TEMBILAHAN -- Tepat pukul 09.33 WIB, Selasa 10 Oktober 2017, 18 susunan pengurus majelis pembimbing dan pembina Gugus depan (Gudep) Pramuka 0708 Lembaga Permasyarakatan (Lapas) kelas IIA, Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, masa bakti 2017-2020 resmi di kukuhkan.
Di lanjutkan dengan pembaca Surat Keputusan (SK) tentang sususan pengurus sebagai berikut : Ketua Mabigus Sudirwan, SH, Ketua Gugudep Mar Johan, SH,
Sekretaris Nursiti Gultom dan Bendahara M. Zainal Abidin.
Dalam sambutan Ketua Gudep Pramuka 0708 yang sekaligus menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan Sudirwan mengatakan, terimakasih Kwartir cabang 04.02 Gerakan Pramuka Inhil dengan pengurus yang dapat melaksanakan pengukuhan pengurus 07.08 Lapas Kelas IIA Tembilahan ini.
"Sekali lagi saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya," Imbuhnya sebelum menutup sambutan.
Ketua Kwartir cabang 04.02 Gerakan Pramuka Inhil Junaidy Ismail, S.Sos dalam sambutannya mengatakan, atas nama Kwartir kami mengucapkan terimakasih kepada pihak keluarga besar Lapas kelas IIA yang menghubungi kami berkoorodinasi pada acara penngukuhan yang kita laksanakan.
"Kami bangka terharu atas kepedulian kakak Sudirwan dan kakak-kakak lainnya untuk membentuk wadah kedepan yang ada di Lapas Tembilahan," ucap Junaidi.
Kami yakin, kata dia, dengan melalui gerakan Pramuka apa yang menjadi harapan pihak Lapas Tembilahan dapat kita lakukan bersama pembinaan, tentu kami harap pembinaan bukan untuk kakak majelis pembimbing, kita harap kepada sodara yang ada di Lapas yang saat ini sedang menjalani proses pembinaan dari pihak Lapas, karna kita harapkan melalui gerakan Pramuka, dia tak mengenal tua dan muda.
"Dimana ada dua sebutan, ada dua hubungan interaksi manusia, Ananda bagi kakak yang siaga dan di bawah pembina Adik, nanti siapa penggalang penegak panggilan kita kakak. Pola dari itu dalam pergaulan hubungan yang sangat cair yanh tidak formil.
"Mudahan dari sisi sebutan kita, interaksi, bisa kita lakukan pembinaan dalam Pramuka namanya proses keamongan sama dengan Tut Wuri Handayani," ulasnya.
Kedepannya dia berharap, proses pembinaan Kwartir akan membuka pintu untuk semua, sampaikan saja jika kurang tenang pelatih dan pembina, ini tanpa biaya.
"Semangat kita memakai kacu merah putih di leher ini rasa cinta kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI, juga artinya juha kita cinta sesama kita," tutupnya.**(suf)






















