• Noviwaldy Jusman

PEKANBARU -- Jika tak ada aral melintang, APBD Perubahan (APBD-P) Riau 2017 sudah dapat digunakan dalam pekan ini. Hal itu setelah tuntas dievaluasi dan diverifikasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman mengungkapkan hasil evaluasi sudah dibahas Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Riau.

Politisi Demokrat ini menerangkan, berdasarkan hasil evaluasi Kemendagri tersebut beberapa kegiatan yang harus dihilangkan dan beberapa kegiatan yang ditambah. Kemudian, Apbd-p 2017 ini juga disesuaikan karena ada pendapatan yang bertambah dari DBH sebesar Rp890 juta.

Tidak hanya itu, koreksi juga dilakukan pembiayaan pembiayaan program dan kegiatan juga sudah diteliti dan neraca keuangan apbd-p 2017 tersebut dan sudah diseimbangkan dan disepakati bersama TAPD dan banggar DPRD Riau.

"Sehingga, tidak ada masalah lagi dengan APBD Perubahan itu dan sudah dapat digunakan pekan depan," ungkap Noviwaldy kepada wartawan.

Legislator Dapil Pekanbaru ini menuturkan, kegiatan yang dihilangkan sesuai hasil evaluasi Kemendagri yakni kegiatan kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, diantaranya, honor-honor pegawai yang tidak memiliki dasar hukum dan Pemprov Riau sendiri ragu itu dihapuskan, pengadaan barang. Sebagai informasi, total APBD Perubahan Riau 2017 mencapai Rp10,397 trilliun terdiri dari belanja tidak langsung menjadi Rp 5, 670 trilliun dan belanja langsung menjadi Rp 4, 727 trilliun.

"Sehingga, nanti setelah Gubri membuat lembaran daerahnya maka apbd dapat digunakan," tegas Noviwaldy.**(rdi)