PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Sebagai ibu kota provinsi, Pekanbaru bukan saja milik masyarakat Kota Pekanbaru, tetapi sudah jadi milik seluruh masyarakat Riau. Karena itu maju atau mundurnya Pekanbaru akan mempengaruhi kemajuan di kabupaten dan kota lainnya.
Untuk itu Pemerintah Provinsi Riau harus menaruh perhatian penuh terhadap pembangunan di Pekanbaru. Jangan biarkan Pemerintah Kota Pekanbaru sendirian dalam membangun, harus dibantu oleh provinsi.
Hal itu disampaikan calon Gubernur Riau nomor urut 1 Syamsuar saat mengadakan kampanye dialogis dengan masyarakat di Jalan Garuda, Labuh Baru Timur Kecamatan Payung Sekaki.
Dihadapan lebih dari seratus warga yang datang, Syamsuar memaparkan program kerjany ketika dipercaya jadi Gubernur Riau. Turut hadir Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera Pekanbaru Sofyan Siraj, sebagai salah satu partai pengusung pasangan Syamsuar-Edy Nasution. Ada juga pengurus DPW PKS dan tokoh pendidikan Pekanbaru, Syahrir.
Disebutkannya, visi Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan pendidikan harus diwujudkan. Jika terpilih nanti maka Syamsuar akan menggerakkan roda perekonomian dan pertumbuhan wirausaha baru. Para usaha mikro, kecil dan menengah juga harus dibantu pengembangannya bisa melalui perbankan bisa juga secara syariah.
"Lewat perbankan, kita wajibkan Bank Riau Kepri untuk memberikan bunga kredit paling rendah dibandingkan bank-bank yang lain. Bukankah Bank Riau ini sahamnya punya pemerintah daerah? Lalu secara syariah dengan memberdayakan pengumpulan zakat. Untuk zakat ini luar biasa dana yang bisa dikumpul bapak/ibu. Bayangkan saja Siak yang penduduknya hanya 400 ribu jiwa bisa mengumpulkan zakat hingga Rp12 miliar. Apalagi Pekanbaru yang penduduknya sejuta lebih. Dana ini kita salurkan ke orang tak mampu maka tak ada lagi orang miskin di Pekanbaru ini," kata Syamsuar yang menjabat sebagai Bupati Siak ini.
Tentang pendidikan, Syamsuar mengatakan sekarang banyak anak-anak yang kesulitan mendapat akses beasiswa sehingga nanti ketika jadi gubernur dirinya akan memberikan beasiswa bagi anak-anak Riau yang berprestasi. Bukan itu saja, anak-anak jangan sampai putus sekolah.
"Peraturan saat ini mengharuskan tingkat SLTA diurus oleh pemprov. Nah ketika insya Allah saya dan Pak Edy Nasution memimpin Riau kami melakukan peningkatan kualitas pendidikan anak-anak mulai dari tingkat terendah sampai yang tertinggi. Kita adakan wajib belajar 12 tahun yang artinya anak-anak minimal harus tamat SLTA," katanya.**(saf)






















