PELALAWAN -- Gaungriau.com -- Calon Gubernur Riau, Syamsuar pernah dinobatkan sebagai Duta Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional, Kabupaten Siak karena tak banyak kepala daerah yang peduli dengan syiar zakat.

Komitmen yang telah ditunjukkan Syamsuar selama 7 tahun terakhir ini, sejak dirinya memimpin di Negeri Istana. Bahkan hal itu turut diakui oleh ustadz Abdul Somad jauh -jauh hari sebelum Syamsuar - Edy Nasution ditetapkan sebagai pasangan Calon Gubernur Riau nomor urut 1.

Syamsuar sebagai Bupati yang agamis ini mewajibkan seluruh ASN dan masyarakat Siak untuk membayarkan zakat pada lembaga resmi amil zakat.Hal ini bertujuan untuk pengentasan kemiskinan tanpa mengandalkan dana APBD Siak maupun APBN.

Meski tanggung jawabnya sebagai pemimpin negeri Istana tersebut saat ini tengah dipegang oleh Alfedri, namun zakat di Siak tetap berjalan.

Total zakat yang akan disalurkan ke seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Siak. Dimana tahap I tahun 2018 dari Januari hingga 30 Maret 2018 sudah mencapai Rp 2,1 miliar lebih dan sudah dibagikan kepada seribuan dhuafa.

Keberhasilan Cagub Riau nomor 1 ini dalam mensejahterakan masyarakatnya juga disampaikan Anggota DPRD Provinsi Riau, Markarius pada kampanye dialogis Calon Gubernur Riau nomor urut 1, Syamsuar di Desa Petani, Kecamatan Bunut, Pelalawan.

"Pak Syamsuar sudah membuktikan tanggung jawabnya sebagai pemimpin di Siak dalam mensejahterakan masyarakatnya, membangun daerahnya, tingkatkan pelayanan kesehatan, gratiskan pendidikan dan manjalankan magrib mengaji dengan target 1.000 hafiz quran lahir di Siak," ujar Markarius.

Masih dikatakan Markarius, di Jalan Perawang - Maredan Siak itu memang ada jalan yang rusak. Namun jalan itu merupakan jalan Provinsi. Sehingga Kabupaten tidak ada kewenangan untuk melakukan perbaikannya.

"Padahal sudah berkali-kali saya usullan itu di DPRD Provinsi, tapi selalu saja di coret. Provinsi tidak ada perhatian serius dengan jalan di daerah. Jadi kalau mau pilih pemimpin itu, pilih yang memuliakan Alquran, yang menghidupkan zakat, salat berjamaah ke masjid, hafiz quran, dan lainnya," tutupnya.**(rls)