PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Anggota DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Inhil M.Arpah menilai pemerintah tidak serius dalam menangkap Harimau Bonita yang sudah memakan korban manusia.

Padahal, keberadaan raja hutan tersebut jelas sudah memakan korban manusia dan tentunya keseriusan pemerintah perlu untuk segera menangkap binatang buas yang masih berkeliaran dan keberadaannya menakutkan masyarakat.

"Saya rasa keterlibatan pemerintah dalam hal ini keseriusannya tidak maksimal," ungkap Arpah kepada wartawan kemarin.

Politisi PPP ini juga meragukan kebenaran Harimau Bonita yang sudah sempat ditembaki bius namun kembali kabur seperti yang sempat diberitakan dan masih berkeliaran sampai saat ini. Apalagi, tindakan pemerintah menangani permasalahan Harimau Bonita tersebut hanya mengerahkan satu dua orang turun ke lapangan.

"Harima Bonita itu sempat kena tembak bius apa iya, kami tidak yakin juga. Karena daerah itu medannya memang susah dan orang pemerintah dikerahkan satu dua orang turun ke lapangan," ujar Arpah.

Ia menyebutkan, keberadaan Harimau Bonita jelas meresahkan masyarakat apalagi sudah memakan korban manusia.

"Kalau masyarakat nanti bertindak apakah itu tidak bisa juga karena membela diri, karena ini hewan dilindungi. Lucu jadinya, mana yang lebih penting manusia atau binatang. Karena, keberadaannya sudah memakan korban. Kalau memang pemerintah serius menangkapnya seharusnya melibatkan banyak orang," pungkas Arpah.**(rud)