PEKANBARU -- Gaungriau.com -- Realisasi APBD Riau pada triwulan pertama masih tergolong rendah. Yakni, realisasi keuangan 13,5 persen sementara fisik 14,8 persen.
Demikian disampaikan Kepala Biro Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Riau Indra, Rabu 2 Mei 2018. Menurutnya, masih rendahnya serapan belanja daerah ditriwulan awal berkaitan dengan kelengkapan dokumen dimasing-masing instansi dalam mengajukan kegiatan lelang.
"Ada masalah kelengkapan dokumen. Inikan masih berproses, insya Allah realisasinya nanti akan berjalan signifikan kalau sudah selesai semua," kata Indra.
Persoalan kelengkapan dokumen itu merupakan pra syarat yang memang wajib dilakukan sebelum lelang kegiatan ditayangkan ke publik. Namun begitu, ada juga diantara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang meminta agar segera diapload laman Unit Lelang Pengadaan (ULP). Tapi setelah dicek berkas kelengkapan dokumen tak lengkap, terpaksa dipulangkan lagi.
"Ada memang yang seperti itu. Kadang mereka mengajukan untuk diupload pada laman ULP. Makanya untuk dokumen yang tidak lengkap harus dibalikkan lagi ke OPD masing-masing," jelas Indra.
Diakuinya, persoalan kelangkapan dokumen yang ada disejumlah instansi itu mengisyaratkan dalam penyusunan rancangan pengadaan memang belum maksimal.
Namun Indra yakin, persoalan ini akan segera dituntaskan, karena sifatnya hanya administrasi saja. "Jadi lama dipenyusunan kelengkapan dokumen, makanya untuk mempersiapkan waktu itu membutuhkan waktu lama," ujarnya.**(jai)



















