MAKKAH -- Gaungriau.com -- Hingga dua hari jelang fase Arafah, Muzdalifah dan Mina (Armuzna), seluruh jemaah atau 511 kloter telah mendarat di Tanah Suci sejak Kamis 16 Agustus 2018 pagi kemarin. Jumlah itu terdiri dari 203.351 jemaah yang saat ini seluruhnya sudah berada di Makkah.

Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Jumat 17 Agustus 2018 pukul 13.00 WAS, sebanyak 86 jemaah asal Indonesia telah wafat. Sementara 218 jemaah sedang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan RS Arab Saudi.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meninjau pendampingan bimbingan ibadah di tiap kloter, sektor, dan daerah kerja, hingga fasilitas lain seperti pondokan di hotel berbintang, katering, dan bus salat lima waktu (salawat) yang siap antar 24 jam.

“Bagaimana mau menikmati fasilitas yang telah disediakan jika kesehatan terganggu, maka jemaah diharapkan menjaga kesehatannya,” tandas Menag sesuai rapat bersama Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah di kawasan Aziziyah Janubiyah kota Makkah, Selasa 14 Agustus 2018 lalu.

Menyadari hal tersebut, Menag menilai kesehatan merupakan jantung pelayanan kepada jemaah. “Kesehatan merupakan jantung pelayanan bagi jemaah dalam menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci,” tegas Menag Lukman.

Menag juga mengapresiasi TKHI yang telah belajar dari pengalaman tahun lalu. “TKHI berupaya memperbaiki layanan di Arafah dengan cara tidak hanya membangun klinik kesehatan, tapi juga nantinya ada 6 pos satelit kesehatan guna melayani jemaah,” urai Menag lagi.**(bbg)