BAGANSIAPIAPI -- Bupati Rokan Hilir (Rohil) H Suyatno AMP, membuka secara resmi rapat koordinasi (Rakor) pembentukan forum corporate social responsibility (CSR) di gedung H Misran Rais (Serbaguna) Bagansiapiapi, Selasa 15 Januari 2019 lalu.
Bupati mengapresiasi kepada pihak perusahaan yang ramai datang menghadiri undangan Pemkab Rohil, dalam rangka membicara CSR untuk kerjasama yang baik dengan semua perusahaan yang ada di daerah Rohil. Apabila CSR ini jalan, bisa membantu APBD yang jumlahnya tidak mampu mengakomodir pembangunan di seluruh daerah.
Dalam kondisi demikian, makanya seluruh perusahaan di Rohil diundang untuk bekerjasama mengeluarkan CSR-nya. Bupati menginginkan, seluruh anggaran CSR yang ada dari 82 perusahaan yang berdiri di Rohil, setiap perusahaan hendaknya memiliki CSR bagi Kabupaten Rohil, semisal membangun jalan sepanjang dua kilometer, dan perusahaan lain membangun yang lain pula.
‘’Jika ini diciptakan, 82 perusahaan yang ada membangun dapat membantu daerah. Ini yang diharapkan. Makanya mereka kita undang. Perusahaan harus berbaik hati kepada daerah, tidak mungkin pula kita melarang mereka mencari hidup di Rohil ini, maka dari itu butuhkan kerjasamanya,’’ ujarnya.
Lebih lanjut, berbicara masalah CSR apa yang diberikan perusahaan ke daerah. Tergantung dengan program yang akan dilaksanakan.
Bahkan Suyatno menyebutkan, CSR perusahaan yang selama ini berjalan untuk daerah hanyanya Bank Riaukepri.
‘’Saya akui, hanya Bank Riau yang jalan dengan mendekati angka Rp800 juta setiap tahun,’’ kata Suyatno.
Kendati demikian, Suyatno tak menampik memang program CSR perusahaan selama ini ada, namun hanya khusus untuk lingkungan masyarakat sekitar perusahaan saja. Kendati, untuk skala kabupaten Rohil tidak ada.
‘’Itulah yang diharapkan bagi perusahaan mengeluarkan CSR yang akan kami kelola dan berbelah bagi untuk kepentingan umat dan masyarakat, membangun sumur bor, lokal MDA, membangun masjid dari CSR Bank Riau itu,’’ ungkapnya.
"Nanti CSR itu saya yang menghandle. Di kabupaten Siak 2012 sudah berjalan dan mengikat dengan perusahaan. Dan itu sangat berhasil dalam aspek pembangunan, sementara kita sudah puluhan tahun belum ada lagi yag demikian," ungkapnya.**(humas)




















