Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Ratusan suporter PSPS Riau dari berbagai komunitas melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini sebagai bentuk protes para suporter mengenai nasib klub bola kesayangan mereka.

Aksi unjuk rasa oleh dua kelompok besar suporter PSPS, Askar Theking dan Curva Nord Pekanbaru dilakukan di depan Kantor Gubernur Riau. Dalam aksinya, mereka minta Pemprov Riau turun tangan untuk membantu keuangan PSPS.

"Kita minta Pak Gubernur Riau Syamsuar dan Wakil Gubernur Edy Nasution membantu PSPS. Sepak bola merupakan salah satu marwah daerah jadi harus diselamatkan," kata Ari Ginting,Kordinator Askar Theking Senin 24 Juni 2019.

Para suporter menyinggung ketidak pekaaan perusahaan di Riau yang tidak memberikan sumbangsih kepada klub kesayangan mereka. Padahal perusahaan selama ini sudah mengeruk hasil bumi. Namun mereka tidak mau memberikan sumbangsih.

"Banyak perusahaan perusahaan besar di Riau ini. Namun mereka tidak memberikan sumbangsih kepada PSPS. Untuk kita minta Gubernur Riau serius menekan perusahaan di Riau untuk memberikan dukungan finansial kepada PSPS,"ucapnya.

Para suporter yang jumlahnya sekitar 500 ini juga menuntut tranparansi manajemen PSPS. Dimana minusnya dana PT PSPS karena pengelolaan keuangan yang tidak terbuka.

Mereka juga menolak wacana penjualan PSPS ke klub lain. Mengingat PSPS merupakan salah satu jati diri. "Kita menolak penjualan PSPS ke Klub Bontang FC," ucap Diana salah satu suporter Curva Nord Pekanbaru.

Setelah lama berorasi, sebagian para suporter ini diundang Wakil Gubernur Riau Edy Natar."Kita tagih janji Edy Natar dimana dulu pernah janji akan membantu PSPS. Dia kan jendral purnawirawan TNI, jadi tidak mungkin ingkar janji,"imbuhnya.

Dalam liga divisi 2, pada 22 Juni 2019 PSPS Riau melakoni laga perdana menghadapi PSMS Medan. Dalam pertandingan yang pertama ini di Stadion Rumbai Pekanbaru diwarnai kerusuhan. Dimana suporter PSPS melakukan aksi bakar bakar di lapangan hijau. Satu anggota polisi juga terluka akibat lemparan suporter. Aksi tidak terpuji suporter PSPS ini ditengarai karena timnya kalah dari tim tamu. Meski sempat dihentikan, namun pertandingan kembali dilanjutkan dengan kemenangan 3-2 untuk tim tamu.

"Aksi kemarin itu hanya dilakukan segelintir orang saja. Kita memang kecolongan," kata Doly dari Kurva Nord.**(nat)