Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Diduga akibat gencar melakukan aksi razia terhadap tempat-tempat hiburan yang melanggar peraturan daerah (perda). Pos jaga Satpol PP yang berada di Jalan Cut Nyak Dien kompleks perkantoran walikota ini dilembari bom molotov oleh oknum yang tidak dikenal pada Selasa sore sekitar 17.30 Wib.
Menanggapi hal tersebut, Walikota Pekanbaru Firdaus, sangat menyayangkan aksi teror bom molotov yang menyasar pos jaga Satpol PP tersebut.
"Saya sayangkan. Saya sangat prihatin dengan tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti itu," tegasnya, Rabu 28 Agustus 2019.
Firdaus menambahkan, jika teror molotov tersebut sudah termasuk perbuatan pidana. Hal ini sudah jelas ada dugaan perlawanan dari bentuk ketidaksukaan oknum terhadap gencarnya aksi razia penegakan peraturan daerah (perda) yang dilakukan Satpol PP di tempat hiburan melanggar beberapa bulan belakangan ini.
"Jika ada sikap anggota Satpol PP yang tidak berkenan saat melaksanakan tugas. Silahkan disampaikan secara langsung kepada kami. Bukan malah meneror menggunakan molotov seperti ini. Jangan seperti itu (meneror), walaupun itu dalam bentuk teror, itu tidak boleh, sangat tidak baik," sesalnya.
Walikota juga mengimbau semua pihak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pekanbaru serta menaati peraturan yang berlaku.
"Jadi saya himbau, sudahlah (meneror), jangan terjadi lagi. Mari sama-sama kita jaga marwah Pekanbaru selaku kota yang aman dan ramah," tambahnya.
Sementara Kepala Badan Satpol PP Kota Pekanbaru Agus Pramono, ketika dikonfirmasi terkait kejadian tersebut mengatakan bahwa pihaknya menyerahkan aksi ini kepada pihak kepolisian. Meskipun demikian, dirinya akan tetap melakukan penertiban perda seperti biasanya.
"Untuk insiden ini saya tidak mau memberi komentar terlalu banyak. Biarkan pihak kepolisian melakukan penyelidikan terlebih dahulu," singkatnya.
Sebagaimana diketahui, pos jaga Satpol Polisi Pamong Praja yang berlokasi di jalan Cut Nyak Dien, tepatnya di pintu masuk belakang kantor Wali Kota dimolotov pelaku dua orang menggunakan sepeda motor Honda Beat sekitar pukul 17.35 wib sore kemarin.
Menurut saksi kejadian yang berada di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP), Pohan (Anggota Satpol PP ,red) ceritanya berlangsung cukup cepat.
"Ada dua orang menggunakan sepeda motor Honda Beat dan langsung melempar molotov ke arah pos yang kami jaga. Sempat berhenti, tapi satu pakai masker dan satu menggunakan helm," paparnya.
Dikatakannya, perawakan pelaku berbadan tinggi besar. Dan ia sempat mengejar pelaku namun, mereka berhasil kabur.
"Ledakannya cukup keras. Bahkan api juga lumayan besar sebelum berhasil dipadamkan," tutupnya.**(saf)






















