Gaungriau.com (DUMAI) -- Forum Komunikasi Rukun Tetangga Kelurahan Bukit Nenas Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai kebelakangan ini banyak menerima keluhan warga tentang truk-truk pengangkut matrial yang melintas di Jalan Sukarno Hatta tanpa mengunakan penutup terpal, hingga muatan selalu tercecer di badan jalan dan mengenai warga.
Akibat tak ditutup terpal atau sejenisnya membuat pengguna jalan terganggu karena selalu terkena matrial yang tercecer dari muatan yang melebihi kapasitas dan tidak tertutup, seperti batu korel/best maupun pasir bahkan ampas dan inti sawit yang bikin penguna jalan seperti sepeda motor tergangu bahkan ada yang terluka, ujar ketua FKRT Bukit Nenas Mislan yang di dampingi Sekretarisnya Suryadi kepada gaungriau.com Senin 16 September 2019.
Padahal, menurut Mislan hal itu sudah di atur dalam UU No 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan pengunaan angkutan serta peraturan daerah (Perda ) kota Dumai sudah mengatur hal- hal tersebut. Tetapi mengapa masih ditemukan kendaraan bermuatan matrial tidak menutup muatanya hingga mengangu penguna lalu lintas lainya. Padahal angkutan itu melintas di pos pos petugas dan berwenang di bidang ini, ujar Mislan dengan tegas.
Anehnya, menurut Ketua Forum Komunikasi Rukun Tetangga (FKRT) Bukit Nenas ini, truk-truk besar bermuatan matrial ini hampir tiap hari melintas di Sukarno Hatta, melewati timbangan barang Dinas perhubungan pemerintah Kota Dumai dan Kantor Pengujiankendaraanatau di sebut dengan KIR dengan bebas.
"Kita mintak Dinas terkait seera menertibkan supir angkutan truk bermuatan matrial yang tidak menutup terpal atau lainya ditindak begitu juga dengan sopir yang dinilai ugal ugalan saat membawa truk bermuatan yang di lihat dari matakasat melebihi kapasitas, jangan sampai warga yang bertindak," tegas Mislan yang di aminkan Suryadi selaku sekretaris-nya.
Karena menurut informasi yang masuk, jelas mislan . bahwa warga sudah sangat resah terhadap truk truk angkutan bermuatan matrial terbuka dan ugal ugalan itu, terutama ibu ibu. Bila tak cepat di tanggapi akan menjadi bumerang besar nantinya.
Ia meminta kepada Dinas Perhubungan, Pihak Polantas serta Walikota dan Wakil Walikota Dumai agar menindaklanjuti masalah ini. Sebab, ini menyangkut keselamatan masyarakat. Apalagi dengan adanya truk-truk ini jalan di sepanjang Sukarno Hatta saat ini di penuhi matrial batu korel/bea yang tercecer.
"Tolonglah Pak Walikota Dumai, Pak Kepala Dinas dan Kasatlantas untuk menindak tegas truk-truk itu. Sebab, ini sangat meresahkan dan menakutkan masyarakat," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Dumai hingga berita ini di publikasikan ke publik belum dapat di temui dan di hubungi.**(sar)





















