Gaungriau.com (SIAK) -- Kabupaten Siak berada di posisi tiga pengguna Narkoba di Provinsi Riau. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan dan orang tua harus mewaspadai atau menjaga anak-anak mereka agar tidak terjerumus kelembah yang menakutkan tersebut.
"Tingginya tingkat penggunaNarkoba di Negeri berkas kerajaan ini, membuat kita semua harusselalu waspada agar generasi penerus Negeri ini tidak terjerumus kelembah yang menakut kan, karena kalau sudah kenaldenganbarangharamtersebut maka masa depan anak -anak kita pun menjadi suram,"Kata Bupati Siak Drs H Alfedri ,M.Sisaat melakukan penyuluhan di KampungMeredan Barat Kecamatan TualangdanKampung Belutu kecamatanKandisAhad 29 September 2019.
Bupati juga mengakucukup risau dengantingginya kasus pengguna dikabupaten Siak, persoalan ini dalam melakukan pencegahan tidak hanya menjadi tugas dan tanggungjawab Pemerintah bersama pihak aparat penegak hukum saja, akan tetapi semua pihak dan elemen masyarakat lainya harus ikut didalamnya, termasuk para orang tua.
Untuk ituPemerintah daerah Kabupaten Siak terus melakukan berbagai sosialisasi dan penyuluhan terkait bahaya Narkoba teraebut. Penyuluhan Narkoba itu diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat disetiap kecamatan dan juga di sekolah-sekolah.
"Meski kita sering mendengar pihak kepolisian sudah sering mengungkap dan menangkap pelaku, baik pengedar ataupun pemakai Narkoba didaerah kita ini, dan telah pula dijatuhi hukuman yang berat, tapi tetap saja masih muncul pemain baru lagi, ini yang harus dan terus kita waspadai," tegas Bupati.
Berdasarkan data terakhir yang diterima Alfedri, penangkapan kasus narkoba pada tahun 2018 lalu hanya berjumlah 78 orang, namun di tahun 2019 ini jumlah itu meningkat drastis.
“Kita terima data terakhir sampai September 2019 ini sudah 80 orang yang ditangkap polisi. Dari tahun ke tahun bukan berkurang tapi malah bertambah,’’ katanya.
Sementara, Windu Rukmana S.H motifator P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja akan peran pentingnya dalam menentukan masa depan Anak bangsa.
Dari data yang ada hingga saat ini angka kematian akibat penyalahan penggunaan narkoba mencapai 18.000 jiwa/ pertahunya, lebih tinggi dari tahun sebelumnya. "Untuk itu kita harus berhati hati, kerena kampung kita ini menjadi lintasan besar peredaran narkobaini tentunya menjadi sebuah masalah merusaknya anak penerus bangsa",kata Windu.**(jas)




















