Gaungriau.com (TEMBILAHAN) -- Kerusakan lahan perkebunan di Desa Tanjung Pasir Kecamatan Tanah Merah sungguh sangat luas. Diperkirakan ada sekitar 600 hektar perkebunan masyarakat hancur akibat intrusi air laut.

Informasi tersebut didapat dari Samino anggota DPRD dari partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Senin, 2 Maret 2020. menurutnya, dari reses yang ia lakukan belum lama ini, salah satu usulan yang disampaikan oleh masyarakat adalah pembangunan tanggul mekanik.

"Kebutuhan tanggul di Desa Tanjung Pasir mencapai panjang antara 30- 40 KM. Hal itu meski dilakukan, kalau tidak kerusakan lahan akan semakin parah, yang akan berdampak makin memburuknya ekonomi masyarakat disana," ujar Ketua DPC PDIP Inhil tersebut.

Masih menurutnya, beberapa waktu lalu memang ada pembangunan tanggul mekanik disana. Tapi panjang hanya sekita 12 KM. Akibatnya pembangunan tanggul tersebut terkesan mubazi, karena air laut tetap masuk lewat perkebunan yang tanggulnya rusak.

"Kalau kita komitmen untuk menyelamatkan perkebunan masyarakat, jangan tanggung-tanggung. Kalau kebutuhan 30- 40 KM, jangan dikurangi. Kurang sedikit saja, air akan tetap masuk," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh masyarakat d Desa Tanah Merah. Dari dua desa yang ia turun, persoalan hampir sama yaitu masalah kerusakan lahan perkebunan. " Intinya ekonomi di Inhil sangat tergantung dengan sektor perkebunan, saat perkebunan rusak, ekonomi juga lesu," tambahnya.**(suf)