Gaungriau.com (PEKANBARU) -- Meski dibawah rata-rata nasional, angka stunting di Provinsi Riau yang berada diangka 23,7 persen dinilai masih cukup tinggi, kerena itu perlu dilakukan upaya agar angka tersebut bisa terus menurun.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Riau, Mardalena Wati Yulia, pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Riau, di gedung daerah Riau, Selasa 29 Juni 2021.

"Karena masih cukup tinggi, maka penurunan angka stunting di Riau tidak cukup hanya satu instansi saja. Namun juga harus kerjasama dari semua pihak," kata Mardalena.

Karena itu, pihaknya menargetkan pada 2024 mendatang, angka stunting di Riau bisa turun menjadi 14 persen. Target tersebut juga merupakan target yang diberikan oleh pemerintah pusat.

"Insyaallah kami optimis dapat mencapai target tersebut, tentunya dengan dukungan semua pihak. Tidak hanya pemerintah saja, namun juga pihak swasta," ujarnya.

Dikatakannya, saat ini untuk daerah di Riau dengan angka stunting tertinggi ada di Kabupaten Kuantan Singingi. Data tersebut berdasarkan penelitian pada 2019 lalu.

"Data per 2019, angka stunting tertinggi di Riau ada di Kuantan Singingi. Kalau untuk data 2020 belum kami terima," katanya.**(mcr)