Gaungriau.com -- Rumah masyarakat di sejumlah desa di Kecamatan Pinggir Kabupaten Benhkalis dilanda banjir usai hujan melanda daefah tersebut dalam beberapa hari terakhir, setidaknya terdapat134 jiwa korban banjir mengungsi.
“Ada sekitar 50 KK atau 134 jiwa korban yang harus mengungsi akibat curah hujan beberapa hari lalu. Saat ini Pemkab Bengkalis melalui BPBD Bengkalis menyalurkan bantuan sembako ke dusun Batang Kedumpa, dusun Batang, desa pangkalan Libut, kecamatan Pinggir,” ungkap Kalaksa BPBD kabupaten Bengkalis, Sufandi diwakili Jafung logistik dan Peralatan BPBD Bengkalis, Arnizam kepada wartawan, Ahad 17 Desember 2023.
Ia mengatakan, pengungsi 50 KK ini mayoritas warga suku Sakai untuk mencukupi kebutuhan sehari hari pemerintah daerah Bengkalis Bupati Kasmarni menginstruksikan agar segera diberikan bantuan kepada korban banjir tersebut.
“Bantuan bahan pokok sehari hari seperti beras, mie instan, susu, telor ayam, gula dan makanan siap saji itu sesuai arahan bupati Kasmarni,” ungkapnya.
Selain BPBD Bengkalis, pihaknya yang ikut dalam bantuan juga pihak dinas Sosial Pemkab Bengkalis dibantu satgas BPBD Bengkalis.
“Alhamdulillah bantuan sembako ini telah diserahkan kepada warga terkena musibah ini. Mudah mudahan bantuan yang diberikan dapat membantu warga,” imbuhnya.
Dalam penyaluran bantuan tersebut langsung turut hadir
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Dinas Sosial, linjamsos, Sunarko di dampingi jafung penyuluh sosial, Mardiana, dan dinas Ketahanan Pangan.
Ia menyebutkan bahwa bantuan berasal dari pemerintah Kabupaten Bengkalis itu merupakan wujud perhatian pemerintah atas musibah bencana banjir yang terjadi di desa Pangkalan Libut.
”Bupati Bengkalis Kasmarni memastikan warga yang mengungsi mendapatkan bantuan bahan pokok dan juga penambahan nutrisi bagi anak-anak dan ibu hamil dan kita sudah menempatkan petugas kesehatan apabila ada warga yang mengungsi ada yang sakit,” ujarnya.
Sementara itu Pemerintah Provinsi Riau melalui BPBD Riau juga sebelum nya telah memberikan bantuan kebutuhan pokok para pengungsi dan juga mendirikan tenda pengungsian di desa Pangkalan Libut pada beberapa hari sebelumnya. (put)





















