Gaungriau.com -- Dedikasi tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Bumi Lancang Kuning terus ditunjukkan PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) selaku Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau, dengan merencanakan penambahan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang fokus pada bidang Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) pada tahun ini.
Penambahan SMK binaan yang menjadi bagian dari program pendidikan vokasi yang dijalankan oleh PT Astra Honda Motor (AHM) tersebut akan dilakukan di pulau Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.
"Sudah kita ajukan dan tinggal menunggu approve atau persetujuan dari AHM. Keputusannya dari AHM," jelas Lah di Pekbar Putra selaku Vocational Officer Capella Honda, kepada media ini.
Lahdi menjelaskan, program vokasi ini sendiri dikembangkan langsung oleh PT AHM dan diakomodir oleh Main Dealer di setiap regional, termasuk di Riau. Pengajuan sekolah TBSM sebagai sekolah vokasi tersebut tentunya juga tidak sembarangan. Harus ada standarisasi yang dimiliki oleh sekolah yang bersangkutan, standarisasi tenaga pendidik atau guru dari sekolah serta klasifikasi sekolah dengan grade A+.
Setelah mendapatkan kuota untuk pengajuan, nantinya AHM juga lah yang memberikan keputusan layak atau tidaknya sekolah tersebut menjadi bagian dari sekolah vokasi.
Setidaknya, terdapat empat tujuan dari program vokasi ini menurut Lahdi, pertama untuk mewujudkan transfer pengetahuan dan dan teknologi sepeda motor Honda di SMK binaan. Dari program vokasi ini, akan melahirkan SDM dan mainpower untuk jaringan Astra Honda Authorized Service Station (AHASS). Kedua, sebagai kebutuhan industri. Selanjutnya potensial market dan keempat adalah menciptakan sinergi dengan pemerintah, pusat maupun daerah.
Tujuan pokok dari program vokasi ini tetap sama, yaitu menciptakan generasi luar biasa yang siap untuk bekerja dan memiliki kemampuan. Melalui kurikulum dari industri Astra Honda Motor, pelatihan untuk para pengajar, sertifikasi bertahap, serta pemberian keterampilan teknis yang sesuai dengan tuntutan bengkel modern, diharapkan para siswa dapat langsung terjun sebagai teknisi dan mekanik di jaringan AHASS.
"Bukan sekadar menyiapkan sumber daya manusia, pendidikan vokasi ini juga memberikan panduan serta sasaran yang terarah untuk para siswa SMK. Ini merupakan dedikasi kita dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi, sehingga generasi muda kita memiliki peluang yang lebih cerah di masa mendatang," Lahdi menegaskan.
Lahdi menambahkan, setiap tahunnya, Main Dealer juga mengadakan agenda tahunan bernama Festival Vokasi. Pada festival tersebut siswa dan tenaga pendidik/guru akan mengikuti kontes dalam bentuk ujian teori dan praktek. Untuk guru, akan diuji Empat kategori yaitu praktek ajar, teori, praktek meja dan perawatan motor berkala.
"Sementara untuk siswa ada tiga kategori yang dinilai dan diujikan, meliputi teori, praktek meja serta peratawan motor berkala. Dari festival itu, juara I di tingkat regional nantinya akan dikirim ke tingkat nasional untuk mengikuti Festival Vokasi level nasional," jelasnya.
Sementara untuk sekolah yang telah ditetapkan menjadi sekolah binaan, dalam menyediakan sarana prasana pendukung, menurutnya pihak AHM dan CDN dan pihak sekolah akan bersinergi. (mad)













