Gaungriau.com --Keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi udara. Pesan itu ditegaskan Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Tuanku Tambusai melalui kegiatan sosialisasi dan kampanye keselamatan (Safety Campaign), Selasa 11 Agustus 2026.
Kegiatan yang digelar di Kantor UPBU Kelas III Tuanku Tambusai tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh pihak terhadap pentingnya keselamatan dalam operasional transportasi udara.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2026 tentang Peningkatan Keselamatan pada Sarana dan Prasarana Transportasi.
Kepala UPBU Kelas III Tuanku Tambusai, Syamrizki Hadi, mengatakan keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pengelola bandar udara, tetapi membutuhkan komitmen seluruh personel dan pemangku kepentingan.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi udara. Karena itu, seluruh personel harus memiliki kesadaran, kepedulian, dan komitmen yang sama untuk menjaga keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Menurut Syamrizki, penerapan budaya keselamatan harus diwujudkan dalam setiap aktivitas, mulai dari kepatuhan terhadap prosedur, peningkatan kewaspadaan hingga koordinasi antarpihak.
Melalui Safety Campaign tersebut, pihaknya berharap kesadaran pegawai maupun pihak terkait semakin meningkat. Dengan demikian, berbagai potensi risiko dapat diidentifikasi, dicegah, dan diminimalkan sejak dini.
Kegiatan tersebut turut memperkuat sinergi antara UPBU Tuanku Tambusai dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa.
Sejumlah pejabat dan unsur terkait hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rokan Hulu Suharman Nasution, S.Pi., MM, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Rokan Hulu Sandi Brahmadita Nasution, SE., M.Si, Camat Rambah Samo Sulaiman, perwakilan Kapolsek Rambah Samo, serta Kepala Desa Rambah Baru.
Selain itu, seluruh pegawai Kantor UPBU Kelas III Tuanku Tambusai juga mengikuti kegiatan tersebut.
Dalam sosialisasi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun budaya keselamatan dalam setiap aktivitas operasional bandar udara. Budaya tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai standar keselamatan dan ketentuan yang berlaku.
Sinergi lintas sektor pun menjadi salah satu kunci. Dengan koordinasi yang kuat antara pengelola bandara, pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat, lingkungan transportasi udara yang aman, tertib dan berkeselamatan diharapkan dapat terus diwujudkan.
UPBU Kelas III Tuanku Tambusai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya keselamatan sekaligus mendukung kebijakan Kementerian Perhubungan dalam menciptakan transportasi udara yang aman dan berkeselamatan bagi masyarakat.***






















