Gaungriau.com -- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (FIKOM UMRI), Jayus, S.Sos., M.I.Kom., menjadi narasumber dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional yang menyasar guru dan siswa Community Learning Centre (CLC) di Sabah, Malaysia.
Kegiatan yang diinisiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) tersebut dilaksanakan secara daring pada 26 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan penguatan pengetahuan dan wawasan kepada komunitas pendidikan Indonesia yang berada di Sabah, Malaysia.
Dalam kegiatan tersebut, Jayus menyampaikan materi bertajuk “Komunikasi Antar Budaya dan Lintas Budaya: Jembatan Budaya Kita, Komunikasi Asik di Negeri Jiran”. Materi diarahkan untuk membangun pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berkomunikasi di tengah keberagaman budaya, sekaligus memperkuat kepercayaan diri dan identitas keindonesiaan bagi generasi Indonesia yang hidup dan menempuh pendidikan di luar negeri.
Jayus menjelaskan bahwa kehidupan di tengah masyarakat dengan latar belakang budaya yang beragam membutuhkan kemampuan untuk memahami perbedaan bahasa, kebiasaan, cara berkomunikasi, serta nilai-nilai sosial yang berlaku. Kemampuan komunikasi antarbudaya menjadi penting agar perbedaan tersebut tidak menimbulkan kesalahpahaman, tetapi justru menjadi jembatan untuk membangun hubungan yang harmonis.
Dalam pemaparannya, ia juga membahas berbagai tantangan komunikasi yang dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti culture shock, perbedaan logat dan nada bicara, hingga penggunaan istilah lokal yang dapat memiliki makna berbeda antara Indonesia dan Malaysia. Para peserta diajak untuk mengembangkan kemampuan mendengarkan secara aktif, menghargai perbedaan, serta berani bertanya secara santun ketika menemukan sesuatu yang belum dipahami.
Tidak hanya dalam komunikasi tatap muka, Jayus turut menekankan pentingnya menerapkan komunikasi lintas budaya secara bijak di ruang digital. Guru dan siswa CLC Sabah diajak memanfaatkan media sosial sebagai ruang positif untuk membangun persahabatan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia.
“Keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang merajut kita menjadi satu pilar kemajuan bangsa. Anak-anak Indonesia yang berada di luar negeri juga dapat menjadi duta budaya dengan tetap bangga terhadap identitas Indonesia, menghargai budaya masyarakat setempat, serta berkomunikasi secara santun di mana pun berada,” ujar Jayus.
Menurutnya, kemampuan komunikasi lintas budaya semakin penting bagi generasi muda yang tumbuh dalam lingkungan global. Identitas sebagai anak Indonesia harus menjadi sumber kepercayaan diri, bukan menjadi penghalang untuk berinteraksi dengan masyarakat dari latar belakang budaya yang berbeda.
Materi juga memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita. Sejumlah peluang pendidikan bagi anak-anak Indonesia di luar negeri turut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya menumbuhkan semangat untuk memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.
Kehadiran para guru sebagai peserta turut memperluas manfaat kegiatan. Selain memberikan pemahaman kepada siswa, kegiatan tersebut juga menjadi ruang penguatan wawasan bagi para pendidik yang sehari-hari berinteraksi dan mendampingi anak-anak Indonesia dalam lingkungan sosial dan budaya Malaysia.
Melalui kegiatan pengabdian lintas negara ini, diharapkan guru dan siswa CLC di Sabah semakin memiliki kemampuan untuk membangun komunikasi yang terbuka, santun, dan toleran di tengah masyarakat multikultural. Pada saat yang sama, generasi muda Indonesia di luar negeri diharapkan tetap memiliki kebanggaan terhadap bahasa, budaya, dan jati diri bangsanya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi Muhammadiyah dalam memperluas manfaat tridarma perguruan tinggi hingga kepada komunitas Indonesia di luar negeri, serta memperkuat semangat kolaborasi antarperguruan tinggi dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berskala internasional.***

























