PEKANBARU -- Pemerintah Kota(Pemko) Pekanbaru berharap Keberadaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis baru yang non subsidi, Pertalite diharapkan dapat meningkatkan Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Pusat.
Sejak dikenalkan oleh PT Pertamina beberapa waktu lalu, kini Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis baru, Pertalite sudah dapat ditemui pada enam SPBU yang ada di Kota Pekanbaru diantarnya jalan Arengka 2, Arengka 1, Jalan Riau, Jalan Dharma Bakti (Sigunggung), dan dua SPBU di jalan Arifin Ahmad.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Masirba H Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya dan masyarakat sudah menantikan kehadiran Pertalite ini.
"Kehadiran Pertalite memang sejak lama dinanti. Selain menjadi alternatif, kehadiran bahan bakar non subsidi diharap bisa dongkrak DBH dari pemerintah pusat," sebutnya, Kamis 15 Oktober 2015.
Jadi, lanjutnya, subsidi pemerintah tidak lagi besar di BBM jenis premium. Dengan berkurangnya subsidi pemerintah di premium, maka tingkat pembagian pemerintah kota (Pemko) dengan pemerintah pusat menjadi besar.
Sebab, Pekanbaru tahun ini menerima dampak dari pemotongan DBH dari pusat sebesar 22 persen. Sehingga APBD 2015 Pekanbaru Rp3,3 triliun mesti dipangkas hingga Rp470 miliyar. Hal ini membuat banyak kegiatan di Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Pekanbaru dialihkan bahkan batal.
"Makanya kita harap, dengan adanya Pertalite sebagai bahan bakar alternatif. Pembagian DBH untuk kita dari pemerintah pusat bisa besar," sebutnya.**(saf)
Sejak dikenalkan oleh PT Pertamina beberapa waktu lalu, kini Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi jenis baru, Pertalite sudah dapat ditemui pada enam SPBU yang ada di Kota Pekanbaru diantarnya jalan Arengka 2, Arengka 1, Jalan Riau, Jalan Dharma Bakti (Sigunggung), dan dua SPBU di jalan Arifin Ahmad.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Masirba H Sulaiman mengatakan bahwa pihaknya dan masyarakat sudah menantikan kehadiran Pertalite ini.
"Kehadiran Pertalite memang sejak lama dinanti. Selain menjadi alternatif, kehadiran bahan bakar non subsidi diharap bisa dongkrak DBH dari pemerintah pusat," sebutnya, Kamis 15 Oktober 2015.
Jadi, lanjutnya, subsidi pemerintah tidak lagi besar di BBM jenis premium. Dengan berkurangnya subsidi pemerintah di premium, maka tingkat pembagian pemerintah kota (Pemko) dengan pemerintah pusat menjadi besar.
Sebab, Pekanbaru tahun ini menerima dampak dari pemotongan DBH dari pusat sebesar 22 persen. Sehingga APBD 2015 Pekanbaru Rp3,3 triliun mesti dipangkas hingga Rp470 miliyar. Hal ini membuat banyak kegiatan di Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) di Pekanbaru dialihkan bahkan batal.
"Makanya kita harap, dengan adanya Pertalite sebagai bahan bakar alternatif. Pembagian DBH untuk kita dari pemerintah pusat bisa besar," sebutnya.**(saf)



