SIAK -- Pemerintah Kabupaten Siak menyediakan sebanyak 38 posko untuk mengevakuasi warga akibat dampak kabut asap. Pasalnya, saat ini sejumlah penyakit akibat dampak kabut asap terus meningkat di Kabupaten Siak.
Dari data yang ada penyakit Batuk pilek sebanyak 8418 penderita, ISPA 334 penderita, Ashma 525 penderita, iritasi kulit 1181 menderita dan iritasi mata 412 penderita, totalnya keseluruhannya berjumlah sebanyak 10870 penderita.
Hal ini terungkap dalam rapat bersama Pemerintah Kabupaten Siak dengan unsur Muspida dalam rangka persiapan rencana evakuasi warga bertempat diruang pucuk rebung meeting room kantor Bupati Siak, Senin 26 Oktober 2015.
Disela-sela memimpin rapat tersebut, Bupati Siak Drs H Syamsuar M.Si meminta kepada pihak yang terlibat agar dapat bekerja sama dengan pihak terkait supaya langkah evakuasi ini nanti bisa berjalan dengan baik dilapangan, maka harus dilakukan koordinasi secara rutin.
Guna mensukseskan rencana evakuasi warga, dalam pertemuan tersebut kepala Puskesmas pembantu kesehatan serta camat diminta untuk cepat tanggap dengan persoalan dampak dari kabut asap ini. Sebab kesehatan manusia dalam hal ini harus diprioritaskan sesuai dengan tuntutan dan amanat dari undang-undang yang berlaku.
"Untuk itulah kepada seluruh Puskesmas dan Puskesmas pembantu supaya semakin meningkatkan pelayanan yang harus terus disajikan kepada masyarakat,dan kepada Camat juga harus tanggap dilapangan ,dan laporkan secara rutin kepada pemerintah daerah jumlah penderita kabut asap secara rutin," tegasnya.
Seharusnya dengan kondisi asap seperti sekarang ini, Pemerintah Pusat harus menurunkan bantuan, namun hingga saat ini kabupaten belum ada lagi meneerimanya.
Dari data yang ada penyakit Batuk pilek sebanyak 8418 penderita, ISPA 334 penderita, Ashma 525 penderita, iritasi kulit 1181 menderita dan iritasi mata 412 penderita, totalnya keseluruhannya berjumlah sebanyak 10870 penderita.
Hal ini terungkap dalam rapat bersama Pemerintah Kabupaten Siak dengan unsur Muspida dalam rangka persiapan rencana evakuasi warga bertempat diruang pucuk rebung meeting room kantor Bupati Siak, Senin 26 Oktober 2015.
Disela-sela memimpin rapat tersebut, Bupati Siak Drs H Syamsuar M.Si meminta kepada pihak yang terlibat agar dapat bekerja sama dengan pihak terkait supaya langkah evakuasi ini nanti bisa berjalan dengan baik dilapangan, maka harus dilakukan koordinasi secara rutin.
Guna mensukseskan rencana evakuasi warga, dalam pertemuan tersebut kepala Puskesmas pembantu kesehatan serta camat diminta untuk cepat tanggap dengan persoalan dampak dari kabut asap ini. Sebab kesehatan manusia dalam hal ini harus diprioritaskan sesuai dengan tuntutan dan amanat dari undang-undang yang berlaku.
"Untuk itulah kepada seluruh Puskesmas dan Puskesmas pembantu supaya semakin meningkatkan pelayanan yang harus terus disajikan kepada masyarakat,dan kepada Camat juga harus tanggap dilapangan ,dan laporkan secara rutin kepada pemerintah daerah jumlah penderita kabut asap secara rutin," tegasnya.
Seharusnya dengan kondisi asap seperti sekarang ini, Pemerintah Pusat harus menurunkan bantuan, namun hingga saat ini kabupaten belum ada lagi meneerimanya.



