PASIR PENGARAYAN -- Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) 9 Desember 2015 nanti, suasana politik sudah mulai memanas. Dikabarkan beberapa kepala desa (kades) di beberapa kecamatan mendapatkan ancaman dari salah satu tim sukses pasangan calon Bupati dan wakil Bupati yang ikut bertarung nantinya.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Rohul Hafith Syukri, di Pasir Pengarayan. Dikatakannya, akhir-akhir ini dirinya sering mendapat pengaduan dari beberapa Kades tentang ancaman salah satu tim sukses pasangan calon Bupati dan wakil Bupati lainnya. Namun, pengaduan ancaman itu tidak dijelaskan oleh orang nomor 2 di Rohul itu.
Diakui Hafith, seharusnya hal ini tidak perlu terjadi. Pasalnya, Pemilukada yang akan digelar merupakan bagain dari pesta demokrasi untuk memilih pemimpin terbaik di 'Negeri Seribu Suluk'. Pemilukada hanya untuk menentukan pimpinan Rohul untuk lima tahun mendatang.
"Seharusnya, pengancaman itu dilaporkan pihak kepolisian," kata Hafith seusai Rakor di Pasir Pengarayan, Kamis 29 Oktober 2015.
Masih terkait Pemilukada Rohul, selain pengancaman terhadap beberapa kades, dirinya sangat menyayangkan adanya oknum yang tidak bertanggungjawab menyebut kalau dirinya memiliki lahan di sekitaran hutan prosuksi terbatas (HPT) Kaiti-Pauh, Kecamatan Rambah Samo.
Terhadap isu itu, Hafith mengakui kalau dirinya sudah pernah ke lokasi yang disebutkan. Namun oknum yang tidak bertanggungjawab itu tidak bisa membuktikan.
"Saya sudah ke lapangan bersama penyidik kepolisian. Namun mereka (oknum penebar issu) tidak datang dan tidak bisa membuktikannya," sambung Hafith, yang sangat menyayangkan hal itu. Apalagi issu itu marak saat dirinya ikut mencalon sebagai Bupati Rohul yang berpasangan dengan Nasrul Hadi (Mantan Ketua DPRD).
"Kita ingin Pemilukada Rohul aman dan tertib, jangan ada saling ancam-mengancam apalagi memprokatori, kita ingin pemilihan kali ini tersukses di Provinsi Riau," tuturnya.



