PEKANBARU -- Menjelang hari besar keagamaan DPRD Pekanbaru mengharapkan Pemerintah Kota (Pemko) meningkatkan pengawasan terhadap sembilan bahan pokok (sembako).

"Pemko melalui instansi teknisnya dalam hal ini Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) harus memberikan perhatian khusus dalam mengawasi harga sembako supaya tidak menyusahkan warga masyarakat," ujar Anggota Komisi II, Hj Yurni, ketika berbincang bersama media ini, Selasa 24 Nopember 2015.

Politisi PAN ini juga menyebut, dilakukan pengawasan diharapkan bisa memantau ketersediaan bahan pokok tetap tercukupi. Selain itu, pengawasan terhadap harga sembako diharapkan mampu mengantisipasi permainan spekulan yang menyebabkan terjadinya kenaikan harga sembako.

Menurut Elok panggilan sehari-hari Hj Yurni, sudah menjadi trend yang tak terlewatkan saat menjelang hari besar keagaman sembako dan daging serta barang-barang lainnya seperti bahan dapur mengalami kelonjakan harga.

"Memang hal itu tidak dapat dihindari karena sudah hukum pasar. Dimana ketika permintaan naik, maka harga juga ikut naik. Namun, hukum pasar itu tidak sepenuhnya dapat dijadikan dasar untuk menaikan harga barang pada saat naiknya permintaan masyarakat. Menaikan harga itu wajar saja, tapi sebaiknya masih dalam batasan yang masuk akal," tuturnya.

Disamping itu, dia juga menyarankan agar Diskoperindag selalu berkoordinasi dengan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) setempat dalam hal mengawasi makanan yang layak atau tidak layak konsumsi.

"Pada saat menjelang Natal, pastinya akan banyak bermacam produk yang beredar, termasuk produk olahan rumahan yang dijual, baik itu di minimarket atau dijajakan di pinggir jalan. Sebenarnya bukan berarti produk rumahan tidak layak konsumsi, melainkan lebih keperlindungan konsumen untuk mendapat makanan yang layak," tutupnya.**(dwi)