PEKANBARU -- Meskipun Kongres HMI di Pekanbaru, Riau, akan segera berakhir, namun banyak aset Pemerintah Kota (Pemko) yang dirusak oleh oknum-oknum HMI yang tidak bertanggung jawab. DPRD Kota Pekanbaru mendesak aparat berwenang tuntaskan kasus ini hingga ke pengadilan.
"Halte dan fasilitas Gor yang di rusak merupakan aset pemko dan Pemprov. Jadi kepada pihak kepolisian kita minta lakukan penyidikan untuk kasus pengrusakan tersebut sampai jelas siapa pelakunya," ujar Anggota DPRD Kota Pekanbaru Roni Amriel SH, Selasa 1 Desember 2015.
Menurut Roni, aksi anarkis dan pengruskan sejumlah fasilitas umum oleh oknum anggota HMI memang harus disikapi secara serius oleh pihak terkait karena bagaimanapun aset tersebut dibangun dengan uang rakyat dan keberadaannya harus dipertanggungjawabkan.
Seperti halte bus di depan Gelanggang Remaja Pekanbaru merupakan aset Pemko Pekanbaru. Kaca halte dirusak dan gelanggang remaja berantakan bahkan beberapa barang di dalamnya hilang diduga dijarah oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab.
"Seharusnya aset daerah harusnya dijaga karena dipergunakan untuk masyarakat, kalau dirusak tentu ini harus ditindaklanjuti," tegasnya.
Ditambahkan Politisi Golkar ini, untuk kasus pengrusakan ini harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Karena jika ini dibiarkan ditakutkan semua orang akan melakukan hal yang sama. Dengan gampang merusak sarana publik yang ada.
"Tentunya harus ada efek jera dan jangan ada kesan pembiaran, usut tuntas dan nantinya yang rusak itu diinventaris kemudian bisa diusulkan dinas terkait untuk perbaikannya kembali," pungkasnya.**(dwi)



