DUMAI -- Kapal penyeberangan Roll on Roll off (RoRo) yang melayani rute Dumai-Pulau Rupat, Sabtu 5 Desember 2015 pagi menuai keluhan sejumlah penumpang yang hendak menghadiri acara Mandi Safar yang diselenggarakan pemerintah daerah Bengkalis. Bahkan pemerintah Kota Dumai dinilai tidak mengantisipasi membludaknya penumpang dan terkesan pelayanan sembraut.
"Kami jauh- jauh dari Bengkalis sudah antri dipenyeberangan roro Dumai- Rupat sejak 06.00 pagi. Hingga 5 jam kendaraan kami tidak bisa masuk didalam kapal ferry, "kesal Suriah warga asal Bengkalis ini.
Dikatakanya, pemerintah Kota Dumai dan Bengkalis seharusnya memberikan pelayanan yang efektif untuk mengantisipasi membludaknya para penumpang, bukan hanya itu saja, kendaraan yang baru tiba di penyeberangan roro Dumai- Rupat tidak bisa langsung masuk. Dengan alasan pihak dinas perhubungan Dumai yang menjaga rombongan Pj Walikota Dumai.
"Pihak Dishub Kota Dumai harus memprioritaskan tamu kepala daerah. Tetapi harus mengutamakan pelayanan yang efektif sehingga tidak harus mengantri berjam- jam. Bahkan kendaraan yang bukan rombongan kepala daerah bisa menerobos masuk, ini apa namanya?" tanya Suriah.
Terpisah saat ditemui salah seorang petugas Dishub Kota Dumai menyebutkan bahwa penyeberangan roro Dumai- Rupat hanya beroperasi tiga kapal. Khusus kapal Tasik Gemilang untuk Plt Gubernur Riau dan Pj Walikota Dumai. Untuk kendaraan umum hanya dilayanin dengan dua kapal ferry saja.
"Kalau bapak ingin menyeberang belum bisa masuk kedalam. Parkirkan dulu mobil didepan pintu masuk pelabuhan. Kendaraan bapak sore nanti bisa menyeberang ke rupat,"kata petugas Dishub Kota Dumai dengan seragam lengkap.
Pantauan dilapangan kapal Tasik Gemilang hanya bersandar di dermaga penyeberangan roro Dumai. Dari sejak pagi hingga siang ini kapal milik pemerintah itu tidak terlihat beroperasi.**(put)



