GAUNGANAKSERKA - Harga jual buah kelapa di Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau dinilai masih jauh dari harapan. Pasalnya, harga komoditi yang menjadi penghasilan terbesar dmmasyarakat Inhil tersebut masih berkisar Rp 1.800 hingga Rp 1.950 perkilonya.

"Waktu harga 2000 perkilo saja kita masih sulit, apalagi seperti sekarang ini. Terkadang pas selesai panen cuma mampu bayar hutang saja," sebut salah seorang petani di Kecamatan GAS, Levi, Senin 7 Desember 2015.

Menurutnya dengan nilai jual tersebut, para petani kelapa tidak hanya merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya sehari-hari, akan tetapi mereka juga kesulitan untuk perawatan kebun-kebun kelapa. Saat ini banyak yang rusak akibat air pasang dan serangan hama kumbang.

"Saat ini kami hanya bisa membuat saluran air seadanya. Itu juga memerlukan ongkos, jadi jika kami hanya mengandalkan penghasilan dari kelapa ini tentu saja tidak cukup," katanya.

Untuk itu lanjutnya lagi, sebagian petani di daerah kami juga menanam pinang untuk tambahan pinang. Sejauh harga pinang di pasaran Inhil sangat menjanjikan.

"Saat  harga bagu,  pinang bisa sampai 12.000/kilo. Kondisi itu tentu lebih nenguntungkan. Dimana jangka waktu panen lebih cepat dan kerjanya tidak ringan," jelasnya.

Saat ini potensi pinang di Inhil sangat luar biasa. Hampir disetiap desa, ada penampung pinang.  Ke depan pinang bisa menyaingi komuditi kelapa, kalau memang pasaran harga terus menjanjikan.** (suf)