PEKANBARU -- Meskipun sudah dipenghujung tahun. Namun proyek pembangunan jaringan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru yang digadang-gadang didanai oleh Asia Develoment Bank atau ADB di Kota Pekanbaru, hingga kini ternyata tak kunjung terealisasi.
Sempat direncanakan akan dimulai pada tahun 2015 ini, namun sampai penghujung tahun masih belum ada tanda-tanda segera dibangun.
Menanggapi ini, Kepala Bappeda Kota Pekanbaru, Sofian mengatakan bahwa belum terrealisasikannya pembangunan IPAL ini permasalahan bukan berada pada Pemko Pekanbaru. Sebab Pemko hanya mempersiapkan semua persyaratan yang diminta oleh pihak ADB.
“Mereka minta kita sediakan lahan, dan lahan itu sudah kita sediakan sekitar 8 ha. Yang jelas, dari kita sudah tidak ada masalah,”tegas Sofian, Rabu 9 Desember 2015.
Menurut Sofian, yang jadi masalah saat ini, proses review Detail Engineering Design (DED) yang dilakukan pihak ADB masih belum rampung. Mestinya review DED sudah selesai dilakukan pada bulan November yang lalu. Namun, pihak ADB ternyata memperpanjang hingga Januari tahun depan.
“Mereka sudah lakukan review DED selama satu tahun namun masih belum juga rampung. Sejauh ini kita tidak tahu apa permasalahannya. Yang pasti pihak ADB tersebut menginginkan DED sesuai keinginannya,”ujar Sofian lagi.
Menjawab Wartawan terkait informasi terakhir yang diterima Bappeda Pekanbaru untuk pelaksanaan Pembangun IPAL itu? Sofian mengaku belum menerima kepastian waktu. Tapi diperkirakan kalau review DED tuntas di Januari, pembangunan IPAL sudah bisa dilaksanakan sekitar akhir tahun 2016 mendatang.
“Kalau DED sudah tidak lagi masalah, tentu mereka akan langsung masuk pada tahap tender. Untuk tender diperkirakan memakan waktu selama 6 bulan. Kemungkinan akhir tahun baru sudah ada pemenang dan mulai bekerja,”tambahnya lagi.
Sebagai mana diketahui, untuk pembangunan IPAL tersebut, Kota Pekanbaru bakal mendapat bantuan dana luar negeri yang bersumber dari Asia Development Bank (ADB) sebesar Rp 125 M dan pemerintah Australia 225 M. Sementara total perkiraan dana untuk pembangunan IPAL keseluruhan mencapai Rp 430 M.**(saf)



