• Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Riau Dr H Kamsol menggunting vita saat membuka secara resmi pameran.

PEKANBARU -- Kemajuan Teknologi Komunikasi saat ini telah berimbas pada semakin tertinggalnya berbagai permainan rakyat pada masa lalu, khususnya di Bumi Melayu Lancang Kuning.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau Dr H Kamsol, saat ini anak-anak di negeri ini lebih cenderung atau telah terbiasa main game dengan menggunakan Telphon genggam di berbagai jenis merk dan tipe.

"Banyak sebenarnya permainan rakyat dinegeri kita ini, seperti bakiak, tali tempurung, bedil bambu, meriam bambu, main kelerang dan lainnya, saat ini semua permainan itu berangsur-angsur hilang, karena anak-anak kita lebih suka main game di HP," kata Kamsol, saat membuka secara resmi Pameran khusus senjata dan permainan Rakyat, di UPT Museum dan Taman budaya Disdikbud Riau, Kamis 10 Desember 2015.

Karen itulah, melalui kegiatan pameran ini, Kamsol berharap anak-anak khususnya di Provinsi Riau bisa kembali mengenal berbgai jenis senjata tradisional dan juga permainan rakyat, yang jika ini bisa dikembalikan, akan memberi dampak posistif bagi keberlangsungan aneka permaian rakyat tersebut.

Kamsol juga berpesan kepada para orang tua untuk bisa memperkenalkan berbagai permainan tradisional tersebut, sehingga anak-anak mereka tidak hanya mengenal game-game melalui teknologi seperti HP dan komputer.

"Karena jika kita telaah, banyak terdapat pelajaran dan pengajaran dari berbagai jenis permainan tradisional yang kita miliki, salah satunya menjalin keakraban dan mengajarkan kekompakan, serta lainnya," pungkas Kamsol.

Sementara Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Disdikbud Riau, Sri Mekka menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memberikan anak-anak sekolah di Provinsi Riau terkait keberadaan berbagai jenis permainan tradisional dan juga senjata tradisional yang sering digunakan masyarakat Riau untuk berbagai aktifitas pada masa lalu.

"Anak-anak kita saat ini banyak yang tidak mengenal berbagai jenis permainan yang ada dinegeri ini, begitu juga dengan jenis-jenis senjata tradisional yang digunakan masyarakat kita untuk beraktifitas," kata Mekka.

Kegiatan ini menurut Mekka juga bagian dari upaya mendorong dan mengajak masyarakat khususnya sejak anak-anak untuk berkunjung ke museum, karena banyak ragam dan jenis peninggalan masa lalu, yang jika tidak dilihat, akan hilang begitu saja sejarahnya.

"Pengunjung pameran ini nantinya akan diberi bajo kaos bertuliskan mari berkunjung ke museum, ini bagian upaya kita mendorong dan mengajak masyarakat untuk mencintai keberadaan musem yang didalamnya terdapat berbagai peninggalan sejarah yang harus kita ketahui," ungkapnya.**(mad)