• Bupati Inhil HM Wardan didamping Ketua Komisi II Junaidi, Wakil Ketua Komisi II Edy Haryanto Sindrang dan Kadisperindag Fahrorrozi saat ekspos SRG

TEMBILAHAN -- Meski sempat ada penolakan dari elemen mahasiswa, Pemkab Inhil tetap akan menjalankan pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) kelapa dalam di Kabupaten Indragiri Hilir. Hal itu untuk mensejahterakan petani melalui stabilitas harga.

Pernyataan itu terungkap dari hasil Sosialisasi dan Ekspose Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis 10 Desember 2015 di aula Kantor Bupati Inhil. 

"SRG merupakan kepedulian kita terhadap stabilitas harga kelapa di daerah ini," ungkap Bupati Inhil HM Wardan.

Untuk memaksimalkan potensi dari kelapa, lebih dari 50 jenis produk yang kita temukan dari turunan kelapa dan sekira 70 persen masyarakat Inhil menggantungkan diri pada kelapa.

Pemberlakuan SRG bukan hanya untuk petani, tetapi juga pengusaha. Beliau mengharapkan dukungan dari semua pihak bagi pemberlakuan SRG ini. Apalagi, sudah mendapat tanggapan dari Menteri Perdagangan. Apabila SRG diberlakukan, yang menikmati bukan hanya masyarakat Inhil saja, tapi bisa dirasakan oleh provinsi-provinsi lain. 

Apalagi secara kelembagaan DPRD sangat mendukung dan tidak ada kata mundur serta bersama-sama kita memberikan dukungan bagi pemberlakukan SRG," sebut Ketua Komisi II DPRD Inhil Junaidi. 

"Sebagai bentuk dukungan, dewan sudah meminta eksekutif mengajukan Ranperda tentang SRG. Pemberlakuan SRG ini dipandang mampu meningkatkan pendapatan petani dengan standar harga yang jelas dan menguntungkan mereka" ungkap Junaidi.