• Perwedissuito SP

BAGANSIAPIAPI -- Kapasitas Server layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) dinilai masih minim. Hal tersebut kerap dikeluhkan dari Unit Layanan Pengadaan (ULP) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang mengakibatkan terbatasnya kemampuan server  LPSE.

Demikian hal itu dipaparkan anggota DPRD Rohil, Perwedissuito SP belum lama ini melalui rapat Pansus bersama TAPD.

“Kita minta pemerintah kabupaten Rokan Hilir agar menambah kapasitas server LPSE, supaya pelelangan bisa berjalan lebih cepat,” pinta Perwedissuito.

Dijelaskan Politisi partai PPP, keluhan akan minimnya kapasitas LPSE dikeluhkan sejumlah pihak pada saat hearing bersama SKPD. “Ya mereka ini keluhkan kapasitas server LPSE kurang sehingga berimbas kepada lambatnya proses lelang,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Perwedissuito, minimnya kapasitas LPSE juga berimbas kepada lambatnya dimulai sejumlah pekerjaan proyek. “Nah tentunya ini akan mengakibatkan kepada kecilnya serapan belanja modal kita nanti,” ucap Perwedissuito mengkhawatirkan.

Lanjutnya, jika sudah serapan belanja modal kecil akibat keterlambatan yang terjadi, ujung-ujungnya masyarakat yang dirugikan. “Tentunya sejumlah kebutuhan masyarakat jadi batal untuk dikerjakan sebab waktu pelaksanaan pekerjaaan tidak mencukupi sesuai target yang ditentukan," pungkasnya.**(Adv/Us)