BAGANSIAPIAPI -- Badan Permusyawaratan Kepenghuluan (BPK) harus cerdas untuk menggali dan Mengembangkan Potensi yang ada dikepenghuluan masing-masing. Karena dengan terangkatnya Potensi yang ada ditiap dikepenghuluan, maka diyakini perekonomian masyrakat setempat juga akan meningkat. Selain itu, Kepenghuluan juga sebagai ujung tombaknya pembangunan suatu daerah.
Supaya Hal itu terwujud, pemkab rohil mengaku telah menunjukan keseriusannya dengan menganggarkan dana yang cukup besar di APBD Rohil untuk menambah wawasan dan ilmu bagi datuk penghulu, BPK, maupun LPM yang ada dirohil dalam mengembangkan Potensi yang ada ditiap-tiap kepenghuluan/desa lewat pelatihan maupun Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menghadirkan Narasumber yang Profesional dari berbagai Propinsi ditanah air.
Dimana Program-Program itu telah diposkan Anggarannya di Instansi Terkait yakni Badan Pemberdayaan Masyrakat (Bappenas) Rohil. "tahun ini paling banyak acara Pelatihan maupun bimtek untuk perangkat kepenghuluan, tujuannya lain tidak lain adalah untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan perangkat desa dalam mengembangkan Potensi yang ada didaerahnya masing-masing, "kata Plt Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi, saat membuka secara resmi Pelatihan BPK, selasa 29 September 2015 diaula hotel Mahera, Bagansiapiapi.
Menurut Surya Arfan, Untuk mengangkat dan mengembangkan potensi yang ada dikepenghuluan sangatlah dibutuhkan kecerdasan dari perangkat desa. Karena Perangkat desa seperti datuk penghulu dan BPK adalah orang-orang setingkat lebih tinggi dikepenghuluan yang dipercaya oleh masyrakat setempat. "jadi BPK salah satu perangkat kepenghuluan harus mengerti dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)nya, "ujarnya.
Untuk mengembangkan suatu kepenghuluan, Pemerintah telah banyak menggelontorkan anggaran utuk pembangunan desa lewat alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Nah, maka dari itu perangkat desa baik itu datuk penghulu, BPK, dan LPM harus kompak dan bekerjasama dalam mengembangkan suatu kepenghuluan. "jangan sampai dana yang besar itu disalahgunakan kegunaannya, kalau hal ini sampai terjadi maka akan berurusan dengan pihak hukum, "ingat Surya Arfan.
Pelatihan BPK serohil itu diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari 18 kecamatan di rohil. Adapun kegiatan itu akan berlangsung selama dua hari kedepan dengan dipandu oleh narasumber profesional yang berasal dari Bangdes Propinsi Riau. Acara itu terlihat dihadiri oleh Kepala Bappemas Rohil Hj Murniwati Skm, Sekretaris Bappemas Rohil H Samsul Kidul, Kabag Protokoler setdakab Rohil H Saiman Amp, dan undangan lainnya.**(Adv/Humas/Us)
Supaya Hal itu terwujud, pemkab rohil mengaku telah menunjukan keseriusannya dengan menganggarkan dana yang cukup besar di APBD Rohil untuk menambah wawasan dan ilmu bagi datuk penghulu, BPK, maupun LPM yang ada dirohil dalam mengembangkan Potensi yang ada ditiap-tiap kepenghuluan/desa lewat pelatihan maupun Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan menghadirkan Narasumber yang Profesional dari berbagai Propinsi ditanah air.
Dimana Program-Program itu telah diposkan Anggarannya di Instansi Terkait yakni Badan Pemberdayaan Masyrakat (Bappenas) Rohil. "tahun ini paling banyak acara Pelatihan maupun bimtek untuk perangkat kepenghuluan, tujuannya lain tidak lain adalah untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan perangkat desa dalam mengembangkan Potensi yang ada didaerahnya masing-masing, "kata Plt Sekdakab Rohil, Drs H Surya Arfan Msi, saat membuka secara resmi Pelatihan BPK, selasa 29 September 2015 diaula hotel Mahera, Bagansiapiapi.
Menurut Surya Arfan, Untuk mengangkat dan mengembangkan potensi yang ada dikepenghuluan sangatlah dibutuhkan kecerdasan dari perangkat desa. Karena Perangkat desa seperti datuk penghulu dan BPK adalah orang-orang setingkat lebih tinggi dikepenghuluan yang dipercaya oleh masyrakat setempat. "jadi BPK salah satu perangkat kepenghuluan harus mengerti dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)nya, "ujarnya.
Untuk mengembangkan suatu kepenghuluan, Pemerintah telah banyak menggelontorkan anggaran utuk pembangunan desa lewat alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD). Nah, maka dari itu perangkat desa baik itu datuk penghulu, BPK, dan LPM harus kompak dan bekerjasama dalam mengembangkan suatu kepenghuluan. "jangan sampai dana yang besar itu disalahgunakan kegunaannya, kalau hal ini sampai terjadi maka akan berurusan dengan pihak hukum, "ingat Surya Arfan.
Pelatihan BPK serohil itu diikuti sebanyak 60 peserta yang berasal dari 18 kecamatan di rohil. Adapun kegiatan itu akan berlangsung selama dua hari kedepan dengan dipandu oleh narasumber profesional yang berasal dari Bangdes Propinsi Riau. Acara itu terlihat dihadiri oleh Kepala Bappemas Rohil Hj Murniwati Skm, Sekretaris Bappemas Rohil H Samsul Kidul, Kabag Protokoler setdakab Rohil H Saiman Amp, dan undangan lainnya.**(Adv/Humas/Us)



