PEKANBARU -- Walikota Pekanbaru, Firdaus MT sangat menyayangkan sikap para pedagang yang bertahan untuk berjualan di pelataran parkir Plaza Sukaramai pasca terjadinya kebakaran beberapa waktu lalu.
Menurut Firdaus, pihaknya sudah berupaya untuk menawarkan lokasi penampungan sementara di bekas kantor Dinas Pertanian Provinsi Riau. Namun usulan tersebut justru ditolak oleh pedagang.
“Kalau sekarang semua menumpuk dan bertahan ingin berjualan diparkiran Pasar Sukaramai, tentu ini akan menjadi susah. Kalau tidak ada ruang bagi pembeli dan mereka jadi malas berbelanja ke penampungan sementara itu,” terangnya.
Firdaus menambahkan, bukan hanya sempit saja. Tetapi bila sudah dilakukan perbaikan konstruksi bangunan pasar. Tentu akan ada mobil yang keluar masuk, untuk membawa material bangunan.
“Alasan inilah, makanya kita menawarkan kantor bekas Dinas Pertanian Provinsi karena lokasinya lebih dekat dan cukup luas,” imbuh walikota lagi.
Namun bila pedagang tetap tidak bersedia di lokasi yang ditawarkan, lanjut Walikota. Para pedagang bisa memanfaatkan pasar tradisional yang ada sebagai tempat berjualan. Seperti Pasar Senapelan, pasar Sail atau Pasar Rumbai atau di belakang Giant Panam.
“Menurut informasi yang saya terima dari pengelola pasar Sukaramai, jumlah pedagang aktif dan menjadi korban kebakaran hanya 1000. Kalau hanya 1.000 bisa ditampung sementara waktu di pasar Sail, Rumbai, belakang Giant dan Pasar Senapelan,”paparnya, disamping menerangkan jumah pedagang menjadi korban kebakaran hanya 1.000 orang dan yang berjualan di 1.300 kios bukan lebih dari itu sesuai isu yang berkembang yang mengatakan 1.800 orang.**(saf)






