• Hj Maimanah Umar

PEKANBARU -- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia DR. Hj. Maimanah Umar MA, menilai saat ini karakter remaja bangsa Indonesia sudah diambang mengkwatirkan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan berdampak kepada kemajuan bangsa.
 
“Remaja kelak kita siapkan sebagai penerus bangsa dan pemimpin bangsa. Oleh karena itu, jika moral remaja kita sudah mengkwatirkan, bagaimana mereka memimpin bangsa ini kelaknya,” kata Maimanah Umar dalam Dialog Terbuka dengan tema” Peningkatan Karakter Remaja Terhadap Kemajuan  Bangsa, Senin 21 Desember 2015, di Aula STAI Al Azhar  Masmur Pekanbaru.
 
Kekuatiran terhadap karakter bangsa yang sudah merosot ini terlihat dari berbagai kemajuan remaja sekarang ini mulai dari tawuran pelajar, penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, sex bebas  dan lain sebagainya. Namaun demikian, Maimanah Umar juga optimis karakter remaja bisa dibentuk melalui pendidikan yang berkarakter mulai dari sekolah, lingkungan keluarga dan lingkungan.

”Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah memasukan pendidikan karakter ke dalam kurikulum. Hal ini untuk membentengi nilai karakter remaja yang mulai merosot,” kata Maimanah yang akrab disapa bunda ini.
 
Selain DR. Maimanah Umar, narasumber yang dihadirkan dalam dialog tersebut yakni Sekretaris MUI Kota Pekanbaru Ustad Hasyim dan Dr. H. Erman Gani MA dari LPP UIN Suska Riau. Dialog dalam bentuk diskusi terbuka ini diikuti oleh pulahan peserta dari dosen, guru, pemuka masyarakat dan mahasiswa.
 
Dr Erman Gani dalam pemaparanya dihadapan peserta dialog mengatakan pendengaran penglihatan sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Oleh sebab itu, jika yang dilihat dan di dengar mengandung nilai yang baik, maka karakter anak akan baik, tapi jika dilihat dan di dengar anak kurang baik maka pembentukan karakter anak tidak akan baik. 

Contohnya, kalau suami istri bertengakar di depan anak anak ini akan berpengaruh pada pembentukan karakter sang anak, apa yang didengan dan dilihatnya akan berpengaruh pada dirinya.” Oleh karena itu pembentukan karakter itu berawal dari apa yang dilihat dan yang di dengar,” kata Erman Gani.
 
Sementara, Ustad Hasyim yang juga Sekretaris MUI Kota Pekanbaru dalam pemaparan mengatakan bahwa kenakalan remaja di sebabkan karena tidak adanya pengawasan yang ketat dari orang tua. Selain itu, kurang mendapat kasih sayang dari orang tua serta adanya pengaruh lingkungan.” Inilah yang menyebabkan timbul kenakalan remaja dari sang anak,” kata Hasyim.**(mad)