SELATPANJANG -- Kawasan hutan Manggrove yang tersebar di kawasan kabupaten kepulauan meranti dirasa sangat berpotensi besar dijadikan objek wisata. Namun sayang sampai saat ini potensi itu belum di kembangkan oleh Pemerintah Kabupaten Meranti.
Keberadaan Manggrove yang tersebar di pesisiran pulau-pulau di Meranti sangat terbentang luas, Dimana titik yang lebih mendominanya terletak disepanjang sungai suer dan Sungai sodor.
Dijadikannya salah satu objek wisata tersebut mengingat besarnya kawasan mangrove lebat dan asri, dimana tujuan banyak wisatawan baik mancanegara dan local mencari tempat tempat yang masih alami. Dilihat dari potensi manggorve yang diantaranya Bakau, Kayu api api dan sejenisnya menyelimuti sepanjang kawasan sungai Terus, sungai Suer, Sungai Perumbi, dan Sungai Sodor, serta juga menyelimuti dikawasan Pantai Teluk Anak Setatah.
Wacana dijadikannya Kawasan Manggorve sebagai salah satu objek wisata di kepulauan Meranti pernah di benarkan Oleh kepala dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Kepulauan Meranti Drs Ijshak Isra’i beberapa waktu lalu. Kadis menyebutkan, salah satu objek wisata yang akan memperkuat di kepulauan meranti ialah kawasan mangrove.
"Untuk kita ketahui saja kawasan mangrove di pertepian pulau pulau di kepulauan meranti banyak sekali, keberadaan mangrove sangat hidup subur, keberadaan mangrove yang terdiri dari Bakau, kayu kayu api dan lainnya tersebut akan menjadi target kami mengembangkan dari objek wisatanya mendatang, saat ini masih tahap pengkajian dan wacana kita, insyaAllah wacana ini menjadi kenyataan nantinya” ujar Ishak.
Guna memperkuat keberadaanya, kita akan juga wacanakan mulai dari infrasturktur dan pemukiman tempat tinggal serta perahu dan kapal tamu wisatawan untuk melihat keberadaan mangggrove.
Namun sayang kenyataanya jauh terbalik dengan harapan, sampai detik ini wacana itu hanya isapan jempol belaka, potensi manggrove meranti belum tergali sama sekali dan belum mendapat kan masukan untuk kawasan pemekaran baru di Indonesia ini.**(don)



