• Bupati Inhil HM Wardan saat memberikan sambutan pada acara maulid Nabi Muhammad di Masjid Alhuda Tembilahan

TEMBILAHAN --  Peringatan acara maulid Nabi Muhammad Saw, pada tahun ini sedikit agak berbeda. Kalau biasanya Panitia Hari Besar Islam (PHBI) hanya menghadirkan seorang juru dakwah, kali ini dua sekaligus yakni KH Muis Kurnain dan Ustad Efendi Lc.

Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutannya mengatakan, acara pada tahun ini dirasakan sedikit berbeda dari pada tahun sebelumnya. Ini merupakan sistem yang baru dilakukan di masjid di Kabupaten Inhil. Semoga dengan cara seperti itu bisa meningkatkan semangat jama'ah untuk memahami materi yang disampaikan.

“Ini merupakan sistem yang baru dilakukan di mesjid di Kabupaten Inhil. Semoga dengan cara seperti itu bisa meningkatkan semangat jamaah untuk memahami materi yang disampaikan,” kata Bupati Inhil.

Bupati meminta seluruh masyarakat Kabupaten Inhil untuk bersama-sama meningkatkan tali silaturrahmi dan menumbuhkan rasa cinta terhadap hari-hari besar agama Islam. Sehingga, segala kegiatan keislaman terus berkumandangkan di tengah masyatakat.

"Dengan menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat, mampu menjadikan negeri di rahmati oleh Allah," harap Wardan.

Selain itu peringatan ini lebih punya makna dengan adanya sesi tanya jawab oleh moderator Junaidi SHi M Hum salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Inhil. 

Sehingga ribuan masyarakat Tembilahan memadati Masjid Al-Huda pada pelaksanaan peringatan maulid nabi Muhammad SAW tahun 1437 H, Rabu 23 Desember 2015 malam, yang haus akan ilmu agama.

Dari hasil uraian kedua penceramah, moderator menyimpulkan, bagaimana pentingnya menerapkan syahadat dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu merupakan kunci dari persolan rukun Islam.

Kesimpulan lainnya, adalah bagaimana menanamka prinsip-prinsip akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. "Salah satu misi terbesar Nabi diutus ke dunia, adalah untuk memperbaiki akhlak," ujar moderator.**(suf)