• H Iswadi LC

PANGKALANKERINCI -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pelalawan, H Iswadi M.Yazid,LC Kembali angkat bicara soal soal kondisi dan rencana pembanguna  Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre sebagai Ikon Religi dan Urat Nadi Keagamaan di Pelalawan.

"Pemkab Pelalawan diminta fokus untuk menjadikan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islmaic Centre sebagai ikon religi dan Urat nadi Keagamaan di Pelalawan. Karena berbicara Masjid Agung kita berbicara lambang dan simbol. Tentunya kita berharap permasalahan pengeras suara yang lebih besar di luar dari yang di dalam, masuknya orang ke Masjid menuju toilet hingga penyalahgunaan Islamic Centre oleh sejumlah pihak tidak terjadi lagi," terang Ketua MUI  Pelalawan, H Iswadi LC, kepada media ini,Selasa 12 Januari 2016.

Ditambahkan H.Iswadi,kedepannya Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre diharapkan dapat dibangun gdengan sesegera mungkin. " Saya yakin Pemkab Pelalawan memahami keinginan ummat terhadap keberadaan Masjid Agung Ulul Azmi dan Islamic Centre.Kedepan Kita ingin Masjid Agung dan Islamic Centre menjadi tempat pembinaan akhlaq dan prilaku ummat sehingga menciptakan kehidupan beragama yang lebih bermanfaat bagi Ummat Islam," ucapnya.

Secara tekhnis memang untuk saat ini tidak ada permasalahan, soal administratif masih dipegang Pemkab Pelalawan namun tetap memberi kesempatan pihak-pihak terkait untuk ikut mengembangkan Masjid terutama soal mengimarah dan memakmurkan Masjid.

"Kita berharap Pemkab fokus ke fisik bangunan dan tetap memberi kesempatan kepada pihak-pihak lain dalam pengembangan Masjid Agung Ulul Azmi. Hal ini sudah kita bicarakan saat pertemuan beberapa waktu lalu bersama Sekda, Kakan Kemenag, Dinas Tata Kota dan perwakilan ormas Islam di Pelalawan. Pemkab juga mengakui keterlibatannya tidak bisa fokus full tapi tetap berkomitmen dalam mengembangkan, mengimarahkan, memakmurkan Masjid Agung Ulul Azmi," ucapnya.

Jadi kedepannya, sambung Iswadi, ada tatanan yang jelas soal Masjid Agung Ulul Azmi ini. Contohnya saja toilet hendaknya juga dibangun bagian samping dan lorong menuju Masjid yang sekarang harus benar-benar diatur sehingga orang tidak masuk ke masjid menuju toilet.Begitu juga Islamic Centre dengan Pembangunan kembali diharapkan menjadi tempat organisasi Islam menghidupkan syiar agama di tengah-tengah kehidupan ummat Islam.

"Saya contohkan Masjid Agung Rohul secara tekhnis dikelola Pemda tapi bisa megah dan menjadi wisata religi di Rohul, mengapa kita tidak bisa,"tukasnya.**(ham)