PEKANBARU -- Serangan nyamuk Demam Berdarah Denque (DBD) terus menghantui warga Pekanbaru. Sedikitnya dari data yang dimiliki oleh Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru yang disampaikan Kadiskes Helda S Munir, sudah 36 warga Pekanbaru yang terserang DBD pada Januari 2016. Dan Kecamatan Tampan disebut-sebut daerah yang paling endemis DBD.

"Sepanjang 2016 ini sudah 36 kasus DBD yang kita terima dari berbagai rumah sakit di Kota Pekanbaru. Dan dalam keadaan mendesak seperti sekarang ini memang harus dilakukan fogging," Terang Helda S Munir saat ditemui di DPRD Kota Pekanbaru, 13 Januari 2016.

Selain itu, pihaknya juga sudah turun kelapangan melalui tim promotif preventif, dengan menyurati setiap puskesmas agar melakukan tindakan pencegahan dini. Diantaranya, dengan menginformasikan kader-kader Jemantik untuk bersama-sama melakukan tindakan pencegahan.

"Kita sudah memberikan penyulan kepada masyarakat tentang upaya-upaya dalam memutusan mata rantai DBD ini, khususnya menggalakkan lagi hidup bersih, sehat, dan gotong royong harus semakin dimaksimal kan lagi," ujarnya.

Bahkan, menurut Helda lagi, dalam satu hari pihaknya menurunkan dua tim, yang masing-masing tim terdiri dari 12 orang, guna melakukan pengecekan di 12 kecamatan yang terpapar DBD yang cukup tinggi dan untuk segera melakukan pencegahan awal.

"Kepada RT/RW kita minta terus ingatkan warganya untuk melaksanakan 3 M, yakni menguras, membersihkan dan menimbun. Disamping melakukan pola hidup sehat dan bersih tadi," pungkasnya.**(dwi)