BAGANSIAPIAPI -- Kerisauan pemerintah Rokan Hilir terhadap bertumpuknya tenaga kerja sangat beralasan. Pasalnya sedikit sekali lapangan pekerjaan yang tersedia untuk menampung para pencari kerja.
Menurut Plt Sekda Rokan Hilir H Surya Arfan tidak kurang 9000 ribu anak didik yang lulus sekolah SMA,mereka itu usia kerja, sehinga setiap tahun angka penganggurna kita terus menumpuk. Sebab dari 9000 yang melanjutkan kuliah hanya 30 persen, yang 70 persen mencari kerja.
"Sementara lapangan pekerjaan yang tersedia tidak mencukupi,cuma satu-satunya yang menjadi primadona khususnya Rohil hanyalah menjadi tenaga honorer, sementara tenaga honor ini terbatas artinya disesuaikan dengan ketersediaan anggaran,"jelas H Surya Arfan.
Dikatakan H Surya Arfan,bahwa pemda bukan tidak mau menerima,akan tetapi tidak mungkin setiap tahun Pemda menerima honorer di Pemda.Pemda katanya,tidak mungkin melakukan itu, sebab disamping tenaga sudah berlebih juga akan membebankan kepada anggaran bila disesuaikan dengan kebutuhan akan mubazir.
"Sudah terlalu ramai,kan tidak mungkin setiap tahun menerima pegawai honor.Maka dari itu, Pemerintah melkukan sensus ekonomi.artinya usaha-usaha apa yang tepat untuk menampung pencari kerja,"katanya.
H Surya Arfan menyebutkan ada 4 potensi yang bakal dikembangkan pemerintah Rokan Hilir sebagai solusi dalam menyerap tenaga kerja, seperti perkebunan, perikanan, pertanian dan migas.
H Surya Arfan yakin bila keempat sektor ini mulai dari hulu sampai kepada industri hilirnya maka ini akan luar biasa peluang penerimaan lapangan pekerjaan.
"Sekaligus bila ini berjalan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat kita, Perkebunan misalnya kita hanya baru sebatas menjual CPO,coba bila dikembangkan seperbi buat sabut, kosmentik dan minyak goreng saya yakin akan banyak memerlukan tenga kerja,"imbuhnya.**(Adv/Humas/Us)



