BAGANSIAPIAPI -- Hasil panen berlimpah, petani padi di Kepenghuluan Bagan jawa pesisir, Bagansiapiapi mengeluarkan zakat sebagai rasa syukur kepada tuhan, pasalnya padi yang mereka tanam 6 bulan lalu, jauh dari jangkauan musuh ataupun hama sehingga menghasilkan.
Demikian dikatakan salah seorang petani padi, Nazarudin,saat memanen padi,Ahad lalu,"Alhamdulillah kalau tidak di usik musuh, hasil padi mendapeklah tahun iko" kata Udin dengan logat Bagan-nya.
Udin menjelaskan awal masa tanam banyak musuh. Selain tikus juga ada hama babi. "pado waktu awal tanamnyo banyak musuh, selain hamo tikus juga hamo babi. Namun udah mulai tobik dan sampai masak padi, alhamdulillah bekuwanglah musuh tu," jelas Udin.
Udin menperkirakan hasil panen padi 1 hektar bisa mencapai 5 hingga 7 ton gabah kering. sementara tahun lalu ia sampai nisab padi dan dikeluarkan zakat, namun kalau dilihat tahun ini, "Insya Allah bakal juga sampai nisabnya, untuk dikeluarkan 2,5% beras,"katanya.
Beda halnya dengan petani padi lainnya yang mengeluh, karena padi yang mereka tanam banyak di makan hama, ulat dan tikus. Akibatnya pohon padi kerdil. Petani berharap kepada Dinas Pertanian Rokan Hilir, untuk dapat memberikan batuan racun untuk membunuh hama ulat tersebut.
Seperti di Jelaskan Wak Ipin (50), Kemarin awalnya padi tumbuh dengan subur, namun menjelang masa panen ini banyak padi yang rusak akibat hama tikus, ulat, dan hama lainya.
"Kami minta bantu kepada Dinas terkait agar memberikan kami bantuan racun untuk membunuh hama ulat,"harapnya.**(Us)



