PEKANBARU -- Ekonomi Provinsi Riau tahun 2015 tumbuh 0,22 persen, namun demikian jika dibandingkan dengan tahun 2014, pertumbuhannya melambat sebesar 2,70 persen.
Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) Riau Joni Kasmuri SST, SE ME menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2015 tersebut terjadi pada seluruh lapangan usaha, kecuali pada lapangan Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi 6,91 persen.
"Jasa Lainnya merupakan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 10,14 persen, diikuti oleh Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial sebesar 9,94 persen dan Real Estate sebesar 8,34 persen," jelas Joni, Jumat 5 Februari 2016.
Lebih lanjut diutarakan, struktur perekonomian Riau menurut lapangan usaha tahun 2015 didominasi oleh tiga lapangan usaha utama yaitu, Pertambangan dan Penggalian (30,63 persen), Industri Pengolahan (23,87 persen), dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (22,33 persen).
Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi Riau tahun 2015, Industri Pengolahan memiliki sumber pertumbuhan tertinggi sebesar 0,99 persen, diikuti Kontruksi sebesar 0,46 persen, Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 0,14 persen, dan Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 0,08 persen.
Dari sisi pengeluaran, Joni menjelaskan, bahwa Pertumbuhan ekonomi Riau didukung oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT), Lombaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP), dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMBT.
PKRT merupakan komponen yang mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 5,95 persen, diikuti oleh PMTB sebesar 4,06 persen, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah sebesar 3,375 persen, dan LNPRT sebesar 0,29 persen.
"Struktur Ekonomi Riau tahun 2015 menurut pengeluaran didominasi oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (0,34,21 persen), diikuti Ekspor Barang dan Jasa (32,50 persen) dan Pembentukan Moal Tetap Bruto (30,36 persen)," ungkapnya.**(mad)



