PEKANBARU -- Kalau sebelumnya di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru 2012 Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan terpecah dukungan antara pasangan Septina dan Firdaus MT menjadi walikota, namun tampaknya situasi berbeda akan terjadi di Pilkada Pekanbaru 2017 mendatang.

Menurut ketua DPC PDI Perjuangan kota Pekanbaru Robin Hutagalung partainya lebih menjagokan kadernya untuk bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pekanbaru.

"Yang pastinya kami menjagokan kader dari internal partai menjadi calon walikota ataupun wakil walikota. Ini karena perolehan suara pemilu legislatif, PDI Perjuangan memperoleh lima kursi anggota DPRD Pekanbaru," ujarnya kepada wartawan, Senin 8 Februari 2016.

Dengan perolehan suara tersebut, PDI Perjuangan tidak membutuhkan banyak koalisi untuk mengajukan satu pasangan calon walikota ataupun wakil.

Meski demikian, untuk memenangi pertarungan, PDI perjuangan tetap berupaya membangun komunikasi dengan pertai lain yang sejalan dengan visi misi kepentingan masyarakat.

"Kemungkinan bulan Maret kita sudah melakukan penjaringan, yang diutamakan kader, baru nanti dari piha yang bukan kader. Disamping PDI berharap ada partai yang menawarkan diri atau mau diajak bekerja sama," ungkapnya.

Disinggung apakah arah PDI Perjuangan masih ada kepada calon pemenang sebelumnya, yakni walikota Pekanbaru saat ini, Robin menegaskan pihaknya tetap ingin kadernya yang maju.

"Saya tegaskan kita utamakan kader. Kalaupun walikota Pekanbaru saat ini juga menjalin komunikasi kita tetap memastikan belum pasti dan belum tentu," tutupnya.**(dwi)