SIAK -- Kondisi Pasar Seni Kabupaten Siak yang berjumlah 44 kios memprihatinkan. Sejak Pemerintah Daerah meresmikan pemakaian Pasar Seni tersebut awal Januari 2015 lalu, namun tak jalan sebagaimana yang diharapkan. Padahal, keberadaannya dis eputaran Kelenteng Siak itu bertujuan sebagai  tempat wisata mencari ole-ole ketika berkunjung ke Siak.

Kata orang, Pasar Seni tersebut bagaikan klekatu tumbuh di batu, hidup segan mati tak mau. Uang rakyat yang digunakan untuk membangun pasar seni tersebut seakan terbuang sia-sia.

Kepala Dinas Perdagangan dan UKM  Kabupaten Siak Drs H Wan Bukhari MSi yang dijumapi Rakyat Riau, Senin 29 Februari 2016 menyebutkan, tidak jalannya pasar tersebut semuanya tergantung kepada pengelola.

"Pemerintah Daerah sudah menyediakan tanpa dikenakan retribusi dan sudah dibagikan kepada pedagang-pedagang lokal. Kenapa ini diarahkan kesitu, tujuan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat lokal agar berkiprah dibidang usaha untuk berjualan di pasar seni tersebut," ujar Bukhari.

Dia juga mengakui, bahwa pasar seni seperti tidak jalan dan sangat jarang dibuka oleh pengelolanya. Inilah yang sangat di sayangkan. Padahal kalau kios yang ada tersebut dikelola dengan baik oleh  pihak pengelola, sudah barang tentu akan menghasilkan nilai ekonomi yang menjanjikan.

"Kita akan lakukan evaluasi terhadap perkembangan pasar seni ini. Jika seperti ini terus bisa saja pemilik kios akan berganti orang, sebab untuk memajukan pasar seni ini diperlukan orang-orang yang punya jiwa berdagang," tukas Bukhari.**(jas)