SIAK -- Ajaran kelompok radikalisme yang sangat bertolak belakang dengan prinsip-prinsip idiologis bangsa ini telah merusak tatanan bangsa, karena itu diperlukan peran bersama semua pihak untuk mencegah masuknya pham radikalisme ini.
"Kegiatan Tablig Akbar ini dilaksanakan kerja sama antara Pemerintah Daerah dengan Kapolres Siak, hal ini adalah sebagai salah satu cara bagi kita semua untuk menangkal Islam radikal tersebut agar tidak tumbuh di negeri bekas kerajaan ini,"kata Sekretaris Daerah Kabupaten Siak Drs HTS Hamzah MSi di Mesjid Islamic center Rabu 2 Maret 2016.
Dikatakannya, sekarang ini negeri ini sedang dilanda berbagai persoalan termasuk kelompok radikalisme yang telah merisaukan semua pihak, ditambah lagi adanya kelompok Gafatar, dan kemudian belum lama ini masih segar dalalm ingatan kita kejadian bom di jalan Tamrin Jakarta.
Berkaca dari situ bahwa keberadaan kelompok radikalisme sepertinya seakan akan tumbuh subur di daerah ini, untuk mengatasi gejolak kelompok ini tentunya harus ada kerja keras dari semua pihak agar bagai mana menekan langkah atau gerakan yang mereka lakukan secara lebih imprensif lagi bisa dilakukan.
Untuk itulah kata Sekda, kehadiran Polsek,Camat KUA lurah dan penghulu kampung beserta sejumlah masyarakat dari empat bekas kecamatan yang ada, dari apa yang telah diperoleh seperti yang telah disampaikan oleh Ustad Abdurahman Ayyub yang juga merupakan mantan pengikut jemaah Islamiyah sekaligus staf BNPT, "sehingga melalui pengalaman yang telah dialaminya terkait islam radikal ini supaya dapat dijadikan sebagai barometer bahaya nya gerakan kelompok Islam Radikal," ujarnya.
Dia menambahkan bahwa apa yang dianut oleh kelompok ini sangat bertentangan dengan idiogis bangsa ini, dan ajaran kelompok ini juga telah melencengkan dari ajaran Islam yang sebenarnya, sebab ketika ada terjadi bom bunuh diri mereka ini selalu mengatas nama kan jihad.
"Mana ada dalam ajaran Islam yang sebenarnya seperti itu, jadi jika seandainya ada masyarakat yang terlibat didalam kelompok ini kembalilah kejalan yang benar dan sayangilah keluarga,"kata Sekda.**(jas)



