SIAK -- Bertempat Mesjid Islamic Sultan Syarif Hasyim komplek Islamic Center Siak Rabu 2 Maret 2016 ribuan masyarakat yang berasal dari berbagai elemen mengikuti ceramah menangkal Islam radikal dan kelompok garis lainnya agar tidak tumbuh di Ranah Melayu, mantan Jemaah Islamiyah Ustadz Abdurahman Ayyub dihadirkan sebagai penceramah.
Ustad Abduraman Ayyub dalam kesempatan itu memaparkan bahwa dirinya selama lebih kurang 15 tahun ikut bergabung dengan Jemaah Islamiyah atau yang keren disebutkan dengan kelompok Islam garis keras yang sangat bertentangan dengan idiologis NKRI. "Dan saya sudah kembali kepangkal jalan, apa yang telah saya alami agar tidak dikuti oleh orang lain dan harus kita hentikan," tegas Ustad.
Dia menceritakan, sebelum menyadari apa yang diikutinya salah, Dia telah melanglang buana kesejumlah daerah di Timur Tengah yang banyak terdapat kelompok Islam Radikal, dirinya juga masuk ke beberapa negara ASEAN, seperti Thailand, Malaysia dan Filipina, kegiatan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam yang sebenar-benarnya, dan hanya mengacu kepada pilosofik Islam radikal selalu dilaksanakanya.
Tujuannya adalah dengan membawa misi kelompok Islam Radikal dengan dibekali ilmu berperang, sebab pada waktu itu yang pro dengan NKRI adalah merupakan musuh kelompok kelompok Islam Radikal, karena setiap yang tergabung didalam kelompok radikal dalam pemikirannya hanya ada perang, "karena sudah di doktrin dengan ajaran yang bertentangan dengan idiologis itu tadi, sampai-sampai saya tidak ingat sama sekali dengan keluarga," kenangnya.
"Oleh sebab itulah, kejahatan atau pengalaman yang sudah saya alami selama ini dan ulah kelompok radikal ini telah merugikan orang banyak dan sudah lama saya tinggalkan, ini agar dapat kita jadikan sebagai introveksi diri, supaya tidak ada masyarakat atau anak-anak muda Daerah ini punya keinginan untuk terjun kesana," himbaunya.
Walaupun Kabupaten siak termasuk salah satu Daerah yang cukup aman, Dia tetap mengingatkan agar dapat selalu mewaspadai masuknya aliran-aliran keras dan hanya akan memecah persatuan dan kesatuan bangsa ini. Karena sebagian besar Daerah ini dihiasi dengan perkebunan kelapa sawit, yang cukup mudah dijadikan sebagai tempat persembunyian bagi kelompok radikal, ini harus di antisipasi sejak dini sebelum terjadi.
"Orang tua memiliki peran utama dan vital dalam kondisi ini, terlebih ditengah terus berkembangnya teknologi komunikasi, awasai anak-anak kita untuk jangan terjerumus kepada perilaku yang menyimpang dari ajaran Islam yang sesungguhnya, yakni mencintai kedamaian," himbaunya.**(jas)





