TEMBILAHAN -- Sebanyak 48 sekolah dari 67 sekolah sudah mengembalikan sumbangan suka rela para siswa untuk tambahan jam pelajaran. Hal tersebut disampaikan Aktivis MPI, Fahriddin kepada wartawan, Jumat 4 Maret 2015.

Dia mengatakan, bahwa saat ini pihaknya terus melakukan himbauan kepada pihak sekolah untuk mengembalikan uang pungutan kepada siswa didik. Pungutan uang itu mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

"Pungutan itu dilakukan mulai dari SD sampai SMA sederajat mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu /siswa dengan alasan uang lelah guru, oprasional dan lain-lain," tuturnya.

Selain itu, pria berbadan tambun ini mengungkapkan aksi ini kerap terjadi di daerah-daerah yang jauh dari pantauan pemerintah. "Yang sering terjadi di daerah-daerah yang jauh dari pantauan. Dan kami berharap pihak-pihak sekolah segera mengembalikan uang pungutan kepada peserta didik," tukasnya.**(suf)