PANGKALAN KURAS -- Kamis 17 Maret 2016 siang, Kepala BPPT Pusat Dr Ir Unggul Priyanto MSc didampingi Bupati Pelalawan HM Harris, Kepala Bappeda Ir Syahrul Syarif  meninjau pembangkit listrik biogas plant methane recory dan utilization sebagai Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTEKE) milik PT Musim Mas.

Rombongan BPPT, Bupati, serta sejumlah pejabat, diajak pihak menajemen perusahaan untuk meninjau proses limbah cair (bahan baku limbah sawit,red) mejadi tenga listrik. Dari pembangkit listrik mampu menghasilkan arus listrik sebesar 2 MW flus 1 MW sebagai cadangan.

Gaungriau.com juga berkesempatan mengabadikan moment kebangkitan listrik di Kabupaten Pelalawan sejalan dengan program Pelalawan Terang.

Kepala BPPT RI Unggul Prinyato mengatakan persolan kelistrikan ditanah air sejauh ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, di Kabupaten Pelalawan hadir perusahaan swasta yang peduli terhadap tenaga listrik.

"Saya pikir apa yang dilakukan Perusahaan Musim Mas sangat sejalan dengan program pemerintah pusat yang terangkai pada agenda Nawacita bidang kelistrikan. Apa lagi di Riau potensi listrik biogas ini sangat besar, kedepan potensi ini hendaknya dapat dilirik perusahaan lain. Kemudian terhadap PT Musim Mas, saya berpesan, agar mereka dapat merangkul pihak PLN dan menyuplai arus listrik ini kerumah-rumah penduduk. Saya juga dapat informasi pembangkit listrik ini mampu menerangi sampai 2.000 rumah penduduk,"pintah Unggul.

Masih ditempat yang sama, Bupati Pelalawan HM Harris didampingi Kepala Bappeda Ir Syahrul Syarif mengatakan, adanya pembangkit listrik tenaga biogas milik PT Musim Mas jelas turut serta membantu daerah untuk mengatasi krisis listrik di Kabupaten Pelalawan. Bahkan untuk merealisasikan penyambung kerumah-rumah penduduk Pemkab Pelalawan akan mengupayakan adanya kerjasama antara Pemkab, PLN dan PT Musim Mas.

"Tentunya Pemerintah mengapresiasikan PLTBg milik PT Musim Mas, dengan adanya PLTBg menandakan perusahaan telah komit, kemudian saya berharap secepatnya listrik tersebut bisa disambungkan kerumah-rumah Penduduk. Terkait persoalan jaringan listrik, pemerintah akan secepatnya berkoordinasi dengan pihak PLN, Perusahaan. Saya juga menyarankan kepada perusahaan juga, agar melakukan koordinasi dengan PLN secara intensif,"ujar Harris.

Disamping itu, upaya pemanfaatan limbah cair kelapa sawit menjadi energi adalah bentuk optimalisasi waste to energy yang merupakan salah satu langkah kontribusi Indonesia dalam menurunkan emisi GRK dunia sebesar 29 persen pada tahun 2030 sambung Harris.

"Pembangunan PLTBg ini merupakan bentuk pemanfaatan potensi limbah pertanian yang terbesar di seluruh Indonesia yang dapat menjadi solusi bagi daerah-daerah yang sampai saat ini masih belum mendapatkan akses listrik dari pembangkit listrik nasional (PLN). Kita berharap, dengan adanya PLTBg yang dibangun PT Musim Mas bisa membantu masyarakat yang masih membutuhkan penerangan,"tutup Harris.