PELALAWAN -- Hingga Ahad 201 Maret 2016, tercatat 48 warga Kabupaten Pelalawan terserang Demam Berdarah Dangue (DBD). Salah satunya korbannya meninggal dunia seorang bocah usia 6 tahun diDesa Sialang Indah Kecamatan Pangkalan Kuras.

"Ya bocah tersbut meninggal pada tanggal 9 Maret 2016. Sempat diasukkan ke puskesmas II Pangkalan Kuras kemudian dirujuk ke Salah satu Rumah sakit diPangkalan Kerinci.Namun karena kondisinya sudah sangat parah sehingga tidak bisa tertolong.Namun meninggalnya bocah ini belum menaikkan status Kondisi Luar Biasa atau KLB karena banyak faktor untuk meningkatkan status. Namun kewaspadaan harus ditingkatkan," papar Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan, dr Endid R Pratiknyo  melalui Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyelamatan Lingkungan (P2PL) Khairul kepada Gaungriau.com, Ahad 201 Maret 2016.

Dikatakan Khairul,hingga saat ini terbanyak korbannya ada di Kecamatan Pangkalan Kerinci dengan 22 kasus.Selanjutnya Kecamatan Bandar Seikijang 5 kasus,Langgam 6 kasus,Bunut 2 kasus,Pangkalan Kuras 1 Sebanyak 4 kasus,Pangkalan Kuras II Sebanyak 7 kasus dan Kerumutan 2 kasus.

Menurutnya, pihak Diskes terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap para pasien korban DBD, baik di 13 puskesmas yang ada di 12 Kecamatan, RSUD Selasih dan Rumah Sakit Swasta yang ada di Pelalawan.

"Memang untk tahun ini mengalami peningkatan krban DBD dibanding tahun lalu. Karena belum Sampai 3 bulan angka korban DBD mencapaai 48 kasus," ucapnya.

Khairul menjelaskan, intensitas hujan masih tinggi sehingga sangat rawan bagi warga untuk terkena gigitan nyamuk termasuk pasca banjir. Apalagi pola hidup sehat tidak dijalankan, genangan air menjadi tempat berkembang biak nyamuk," tuturnya.

Pihak Diskes Pelalawan, sambung Khairul, mengantisipasi agar kondisi rawan DBD saat ini tidak mencapai ditetapkannya Kondisi Luar Biasa (KLB) seperti tahun 2011 lalu akibat meninggalnya korban DBD di Kecamatan Langgam.

"Kita berharap masyarakat pro aktif untuk membawa keluarganya yang terserang penyakit seperti demam, panas tinggi, pilek lainnya ke puskesmas atau rumah sakit. Diskes juga sudah menginstruksikan seluruh puskesmas untuk tetap siaga 1x24 jam," paparnya.

Ditambahkan Khairul, menyikapi banyaknya penderita kasus DBD ini, Bupati Pelalawan melalui Diskes melakukan fogging di Kecamatan yang direkomendasikan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi korban terjangkit Demam Berdarah Dengue yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aeides Aegepty.Perlu diingat,bahwa gogging adalah tindakan terakhir setelah sarang nyamuk dan jentak jentik dibasmi serta lingkungan sudah bersih.

Dikatakan Khairul, warga diminta kembali ke pola hidup sehat dan gotong royong. Terutama sekali gerakan 3 M plus yakni menguras, menutup dan mengubur barang-barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Sedangkan plus yakni antisipasi seperti menggunakan loution anti nyamuk, racun nyamuk atau menggunakan kelambu," tutupnya.**(ham)