PEKANBARU --  Selama ini, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) telah memberikan kontribusi yang tidak sedikit dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil dan kompeten. Berbagai layanan pendidikan kursus dan pelatihan telah melayani masyarakat yang putus sekolah untuk diberikan pelatihan keterampilan. 

"Dengan bekal keterampilan tersebut, masyarakat memiliki peluang untuk memasuki duni kerja," kata Direktur Jendral Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD Dikmas) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  Ir Harris Iskandar PhD, diwakili oleh Direktur Keaksaraan dan Kesetaraan Dirjen PAUD Dikmas, Dr Erman Syamsudin SH, dalam sambutannya pada pembukaan acara pameran kursus dan pelatihan, di Mall Pekanbaru, Sabtu 14 Mei 2016.

Disebutkan, di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) saat ini, program kursus dan pelatihan yang dikembangkan harus mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia kerja. Ada "link and macth" antara peserta didik yang dilatih di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dengan kompetensi yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri bagi Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kemendikbud. "Kita memiliki tanggung jawab  yang tidak enteng. Salah satunya menjamin mutu lulusan LKP, agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan DUDI, karennya, koordinasi, kerjasama dan sinergi antara LKP dengan DUDI harus terjalin dengan erat dan berkesinambungan," jelar Erman. 

Karena itu, lanjut Erman, berbagai program dikembangkan Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan, salah satunya pada November 2015 lalu, yang telah mencanangkan Gerakan Indonesia Kompeten (GIK). Upaya ini ditempuh untuk membangun kesadaran semua pihak, baik pemerintah, dunia usaha dan industri, lembaga pendidikan serta masyarakat akan pentingnya kompetensi.

Dia menambahkan juga kalau, Direktorat pembinaan Kursus dan Pelatihan juga telah mengembangkan sejumlah program untuk menjamin mutu lulusan kursus dan pelatihan, agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan DUDI. 

"Mulai dari program uji kompetensi, memfasilitasi pembentukan Lembaga Sertifikat Kompetensi (LSK), membentuk Tempat Uji Kompetensi (TUK), memfasilitasi kemitraan LKP dengan DUDI, menfasilitasi peningkatan profesionalisme penguji kompetensi, mengembangkan berbagai Standar Kompetensi Lulusan (SKL) hingga Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)," ungkapnya.**(mad)