• H Suyatno

BAGANSIAPIAPI -- Bertepatan bulan suci ramadhan dan acara ritual Bakar Tongkang Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir meminta PT PLN (Persero) tidak mematikan listrik semaunya. Sebaliknya, Pemkab juga mengimbau warga untuk tidak mengedepankan emosi.

Hal itu langsung disampaikan Bupati kepada pihak PLN sewaktu dirinya memimpin rapat Bakar Tongkang dilantai 4 kantor Bupati Senin 13 Juni 2016. Namun, kata Bupati, adanya sebab tertentu yang membuat PLN harus mematikan listrik bisa dimengerti, tetapi Pemkab meminta PLN juga harus melihat situasi dan kondisi dan tidak mematikan listrik semaunya.

"Tentunya PLN punya alasan kalau sering padam, bukan mengada-ada. Namun, PLN juga harus bisa melihat situasi dan kondisinya, jangan semaunya mematikan lampu,” kata H Suyatno.

Selain itu, PLN juga berkewajiban memberikan penjelasan kepada masyarakat agar bisa memahami situasi yang dihadapi PLN.Sebab pelayanan kepada para pelanggan juga harus maksimal. Harus berimbanglah, jangan mau menang sendiri agar masyarakat juga bisa memahami,” ujar Bupati.

Kepada masyarakat, Bupati mengimbau agar lebih bersabar dan tidak mengedepankan emosi. “Saya meminta semua pihak untuk menahan diri. Kepada masyarakat agar tidak mengedepankan emosi terutama di bulan suci ini,”katanya.

Bupati juga minta kepada seluruh masyarakat Tionghoa terutama yang berdomisili di kota Bagansiapiapi untuk segera memadati dengan lampu lampion,agar kota Bagansiapiapi terlihat semarak pada malam hari terutama menjelang perayaan Ritual Bakar Tongkang.

"Samakan dengan saat hari raya imlek,pasang semua lampu lampionnya,tolong Camat bangko di koordinir itu,"tegas H Suyatno.

Sementara itu, sejumlah warga yang memiliki usaha kecil, seperti warung internet, jasa fotokopi, studio foto digital, dan pengusaha kecil lainnya, yang memerlukan listrik untuk operasionalnya,sangat mendukung himbauan bupati Rohil H Suyatno itu.

“Karena sering lampu padam, pendapatan kami menurun jauh. Bahkan, biaya operasional juga tidak dapat ditutupi dengan pendapatan. Kalau terus begini, kami bisa gulung tikar,” kata Lia penjaga salah satu usaha foto Copy.**(zai)