• H Musaffak Asikin

BENGKALIS -- Wakil ketua Komisi C DPRD Provinsi Riau H Musaffak Asikin mempertegas pemerintah daerah kabupaten Bengkalis tidak memiliki langkah serta upaya dalam mengantisipasi lonjakan penumpang penyeberangan Roro Sei selari - Air putih Bengkalis pada Hari Raya idul Fitri tahun 2016. 

Padahal antrian ini terjadi setiap tahun dari sebelumnya, meski saat ini dermaga Roro ada dua namun tidak bisa difungsikan dengan notabene karena adanya kesalahan klasik .

"Saya dengar dermaga roro Bengkalis sudah memiliki dua dermaga, tetapi tidak bisa difungsikan dan dimanfaatkan untuk antisipasi panjangnya antrian hingga berjam-jam pasca hari Raya tahun ini. Dampak hal tersebut sudah jelas dirugikan masyarakat kabupaten Bengkalis, "kata H Mussaffak Asikin kepada media ini, Jumat 8 Juli 2016 malam, melalui telphon selulernya.

Ia menyebutkan, seharusnya pihaknya pemerintah daerah melalui dinas perhubungan setempat dan pihak sahbandar tidak memiliki batasan dalam penyeberangan tersebut .

"Jangan ada lagi jadwal untuk penyeberangan tersebut.  Misalnya pihak sahbandar harus 24 jam melayani penumpang yang hendak keluar mau pun pergi dalam hari Raya tahun ini. Selagi cuaca mendukung memberikan izin berlayar, "katanya.

Terkait dermaga roro Sei selari Pakning dan Air putih Bengkalis yang baru saja diresmikan tidak bisa difungsikan . Wakil ketua DPW Riau PAN ini menegaskan,  seharusnya pihak pemerintah daerah melalui dinas perhubungan uji kelaiakan sebelum diresmikan.  Jika dalam uji kelaiakan terjadi suatu permasalahan seperti ketika air surut tidak bisa kapal bersandar. 

"Pemerintah melalui dinas terkait melakukan pengerokan dibibir pantai.  Bukan menyalahkan demaga roro yang telah di bangun untuk masyarakat kabupaten Bengkalis.  Kita sangat apresiasi Dishubkominfo Bengkalis dalam hal tersebut ,"katanya.

Ia juga menyebutkan kesalahan tersebut pada perencanaan yang tidak matang oleh pihak konsultan terkait .**(put)