DUMAI -- Pihak Polres Dumai melakukan mediasi antara PT Pelindo I Dumai dengan PT. Indomas Raya Jaya dan Serikat Buruh terkait pengelolaan Dermaga D di Jalan Datuk Laksamana Kota Dumai. Mediasi  itu dipimpin Wakapolres Dumai, Kompol Ferly di gedung Citra Waspada Mapolres Dumai, Rabu 3 Agustus 2016 kemarin.

Mediasi itu dilakukan untuk saling menjaga kenyamanan pengusaha dan pekerja kedepanya, sehingga tetap kondusif dan terhindar dari perselisihan.

Dimana selama ini pihak Pelindo Dumai sebagai pemberi kerja diminta untuk bertanggungjawab dalam persoalan yang ada antara PT Indomas Raya yang dimenangkan sebagai pengelola dengan pihak Buruh SBKD. Apabila persoalan ini tidak diselesaikan, tentu akan dapat menimbulkan konflik.

"Agar jangan sampai menimbulkan propokator antar kelompok dan saling ego sektoral, maka perlu kita lakukan mediasi pada pihak-piha bersangkuta,"sebut Kompol Ferly.
    
Sementara Perwakilan PT Pelindo I Dumai, Deni Rais mengatakan, bahwa pemenang lelang sebagai pengelola dermaga D ditunjuk PT Indomas Jaya Raya sebagai pengelola sesuai pemenang lelang wajib membayarkan target senilai Rp350 juta, setiap bulanya kepada PT Pelindo I Dumai.

"Namun, dalam perjalanannya PT Indomas Jaya Raya sebagai pengelola dermaga D tidak mencapai target pembayaran pada bulan berikutnya,"katanya.
    
Pihak PT Indo Jaya Raya, Ir. Muhammad Hasbi mengutarakan, bahwa persoalan ini merupakan bisnis secara adminstrasi bersama PT Pelindo I Dumai, "Karena kami memasukan surat secara resmi, dan kami bekerja tentu profesional,"ujarnya.

Mengenai persolanan yang terjadi, kata Hasbi, sebelumnya pihak PT. Indomas Raya meminta jawaban tertulis dari pihak Pelindo tentang tanggungjawab keamanan dan kenyamanan kerja. Karena dalam persoalan ini pihaknya merasa di adu doma dengan buruh.

"Selama ini kami menjalin hubungan baik, kami tidak mau menjadi domba karena persoalan ini dan kami ingin menjaga situasi kondusif. Sebaiknya, pihak Pelindo harus tegas, bagaimana kami mau mengelola dengan baik kalau selalu diadu dengan buruh. Kami minta, kalau Pelindo ingin menghentikan kami kirimkan surat secara resmi. Mana tanggungjawab Pelindo Dumai untuk situasi keamanan. Jika Pelindo mau pakai kita jangan gunakan gaya adu domba antara buruh dan pengelola,"tegasnya.**(yus)